20/06/2021

Manufacturingtalk – informasi mengenai perusahaan manufaktur

Manufacturingtalk.com merupakan situs informasi mengenai perusahaan manufaktur yang ada ssat ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

10 Musisi Jazz Indonesia Terfavorit

8 min read

www.manufacturingtalk.com10 Musisi Jazz Indonesia Terfavorit. Musik Jazz ialah salah satu genre musik yang digandrungi banyak orang. Tidak hanya orang dewasa tapi juga anak muda saja yang terpesona dengan jenis musik ini. Banyak musisi jazz yang menjadi idola masyarakat Indonesia.

10 Daftar Penyanyi Bergenre Jazz

1. Raisa (Genre Pop, R&B, jazz, soul dan Urban Pop)

Raisa Andriana (lahir pada tanggal 6 Juni tahun 1990 di Jakarta umur 30 tahun) atau lebih dikenal Raisa adalah penyanyi Indonesia. Setelah dia menyanyikan lagu “Serba Salah” (Serba Salah), dia menjadi dikenal luas. Sebelum bernyanyi solo, Raisa adalah salah satu penyanyi band beranggotakan Kevin Aprio (Andrew) dan Kate Aprio (Andante) dan kemudian menjadi Vierratale (Vierratale).

Album pertama Raisa dengan nama yang sama dirilis oleh Solid Records dan Universal Music Indonesia pada tahun 2011 dan diproduseri oleh tiga musisi; Asta Andoko (RAN) dan Ramadhan Handy serta Adrianto Ario Seto (Soulvibe) juga dieksekusi oleh perusahaan rekaman Didukung oleh produser Nanda Oka dan Asta Andoko.

Pada November 2013, Raisa merilis album kedua Heart to Heart.

Karir

2008-10: Awal karir dan Andante. Bakat menyanyi Raisa sudah muncul sejak ia masih kecil. Pada usia 3 tahun, Raisa sering berpura-pura menjadi penyanyi sungguhan di atas panggung [4]. Musikalitas Raisa terinspirasi dari musisi terkenal Amerika, seperti McKnight Brazil, Alicia Keys, dan Joss Stone.

2010-13: Album pertama Raisa meraih kesuksesan awal. Setelah Raisa merilis single solo pertamanya Serba Salah, single tersebut mulai dikenal publik. Reputasinya membuat Raisa menjadi salah satu pengisi acara Java Jazz Festival 2011. Penampilan Raisa di atas panggung Java Jazz Festival semakin memajukan kariernya hingga Raisa dianugerahi Penghargaan Pendatang Baru Terbaik di Indonesia Music Awards 2012.

2013 hingga sekarang: “Heart to Heart dan Indonesian Idol”. Pada 27 November 2013, Raisa merilis album keduanya Heart to Heart di Aula Soehana Gedung Energy, Jakarta Selatan, [3]. Ada 9 lagu di album ini; Shine, Happy Day, Starring, Puzzle, Let Me Be (I Will), Say! , LDR, selamat tinggal dan mantan terindah. From Heart to Heart Album, Bye-bye dan Most Beautiful Former dirilis masing-masing sebagai single pertama dan kedua.

2018 hingga sekarang: konser pada tahun 2020. Setelah Raisa memutuskan untuk berlibur di tahun 2018 karena melahirkan anak pertamanya, akhirnya di tahun 2019 ini, Raisa kembali dengan single baru “Kembali” dan “You”. Namun, ia tidak hanya akan merilis satu single, tetapi ia juga akan menggelar konser di tahun 2020.

Baca Juga: 5 Penyanyi Dangdut Terbaik Sepanjang 2020

2. Tompi (Genre Pop Jazz)

Dr. Teuku Adifitrian (lahir pada 22 September tahun 1978, Aceh Lhokseumawe; 42 tahun), yang dikenal Tompi merupakan seorang dokter, penyanyi jazz, aktor & pembawa acara Indonesia. Ia terkenal dengan albumnya Bali Bali dan album solonya.

Ia lahir dan besar di Lhokseumawe, Lohkseumawe, dan suaranya dipengaruhi oleh Aceh dan nyanyian tradisional mengaji. Ia menyanyikan lagu “The Beauty of the World”, yang merupakan karya band The Fly. Beberapa lirik dinyanyikan dalam bahasa Achenyi. Lagu ini menceritakan duka bencana gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 yang melanda Aceh.

Selain menyanyi, ia juga seorang dokter, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dan memperoleh gelar sarjana bedah plastik pada tahun 2010. Ia merilis albumnya sendiri dengan penyanyi Alda Risma. Baginya, menyanyi bukanlah perubahan karir, tapi sampingan yang menarik. Ia berpraktik di Klinik Kecantikan Beyoutiful di Jalan Pakubuwono VI 5A, RT 3, RW 3, Gunung, Keungoran Baru, Jakarta Selatan.

Pada 2019, ia menyutradarai film berjudul “Pretty Boy”, yang berhasil terpilih untuk Piala Maya 2020, dan kategorinya adalah bakat film sutradara “Karya Utama Terpilih”.

Dia adalah anggota dari grup musik trio Trio Lestari, dan dua sahabatnya adalah Glenn Fredly dan Sandhy Sondoro. Sebelum itu, dia keluar dari grup musik Ecoutez! Karena dia ingin bermain solo.

Album :

  • Cherokee (2003)
  • Bali Lounge (2004)
  • T (2005)
  • Soulful Ramadhan (2006)
  • Playful (2007)
  • My Happy Life (2008)
  • Paris Jakarta Express (2009)
  • Tak Pernah Setengah Hati (2010)
  • Sounds of Ramadhan (2011)
  • Menghujam Jantungku (2012)
  • Romansa (2016)

3. Indra Lesmana (Genre Jazz)

Indra Lesmana (lahir 28 Maret 1966 di Jakarta, 54 tahun) adalah musisi jazz Indonesia, produser, komposer dan sound engineer. Dia adalah anak dari musisi jazz Indonesia Jack Lesmana dan seorang senior keturunan Jawa di Indonesia. Penyanyi, 1960 -Nien Lesmana Indra adalah adik dari produser film Indonesia Mira Lesmana dan mantan suami penyanyi Indonesia Sophia Latjuba.

Ia juga menjadi salah satu Juri Indonesian Idol tahun 2004-2008 dan 2014, dan menjadi wakil dari Juri Indonesia di Asian Idol Competition 2007.

Karir

Karir musik Indra dimulai saat ia berusia 10 tahun. Pada Maret 1976, ia dan ayahnya bermain dengan instrumen keyboard di Bandung. Dua bulan kemudian, Indra bermain kibord di konser jazz Taman Ismail Marzuki di Jakarta, termasuk Jack Lesmana dan Benny · Musisi senior seperti Benny Likumahuwa dan penyanyi Broery Marantika. Pada tahun 1978, Indra mulai merekam dan merilis album pertamanya “Ayahku Sahabatku”. Sejak berdirinya, gaya musik Indra sangat dipengaruhi oleh gaya John Coltrane, Miles Davis, McCoy Tyner dan Charlie Parker, dan dia telah belajar dari rekaman mereka.

Pada tahun 1978, Indra dan ayahnya berkesempatan pergi ke Australia untuk mengikuti Pekan Budaya Pameran Dagang ASEAN. Belakangan, atas saran ayahnya, Indra mencoba mengikuti ujian masuk di Conservatory of Music dan akhirnya diterima. Dengan bantuan Kedutaan Besar Australia, Indra menerima beasiswa penuh untuk belajar di New South Wales Conservatory of Music di Sydney. Tak hanya itu, Kementerian Luar Negeri Australia juga menyetujui tinggalnya Indra dan keluarganya.

Indra tak hanya menggandeng musisi jazz dunia, tapi juga kerap menggandeng musisi jazz Indonesia. Disebut Gilang Ramadhan, ia telah menghasilkan banyak grup musik dan album, termasuk anggota PIG (dengan Pra Budi Dharma), Java Jazz (dengan Mates, Donny Suhendra dan Embong Rahardjo).

Indra menjadi ikon jazz Indonesia dan menjadi musisi paling aktif, dengan lebih dari 200 karya orisinal, hampir 50 album, dan 18 album solo. Selain itu, Indra juga telah memproduksi beberapa album artis ternama Indonesia, seperti Titi DJ (album Ekspresi), Sophia Latjuba (album Only for You, No Words) dan Ermy Kulit (album momen terindah). Indra juga menggarap album soundtrack Rumah 7 yang diproduseri oleh adiknya Mira Lesmana.

4. Andien (Genre Pop,Jazz,Funk,Swing, dan Urban Pop)

Nama lengkap Andien adalah Andini Aisyah Haryadi (lahir 25 Agustus 1985 di Jakarta, umur 35), adalah penyanyi Indonesia dengan genre musik jazz.

Andien lahir di Jakarta pada tanggal 25 Agustus 1985 dari pasangan Didiek Hariadi dan Henny Sri Hardini. Andien adalah anak tertua dari tiga bersaudara. Andien sudah bernyanyi sejak berusia tiga tahun. Ketika Andaan (SD) mencapai standar kelas tiga, ia mulai mengikuti berbagai festival di Cilandak, Jakarta Selatan, tempatnya tinggal. Andien masuk kelas 6 SD oleh ibunya dan diterima oleh EMS (Elfa Music Studio) di bawah pengawasan Elfa Secioria.

Karir

Ketertarikan pada jazz. Andien adalah generasi muda penyanyi jazz wanita Indonesia. Sejak kecil ia sudah tertarik dengan genre musik jazz. Dibandingkan dengan lagu-lagu Whitney Houston, ia lebih tertarik menyanyikan “Girls from Ipanema” saat kecil.

Album pertama. Berbagai perlombaan menyanyi di Indonesia dan Shanghai telah diraihnya sejak usia 14 tahun, ia merilis album pertamanya pada Februari 2000 di usia 15 tahun, termasuk album Bisikan Hati produksi Elfa Secioria. Album tersebut diperkirakan telah terjual sekitar 30.000 kopi.

Album berikutnya. Hingga saat ini, ia telah merilis 7 album dan memenangkan 5 Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards, 4 Indonesia Video Awards dan 1 Planet Music Award di Singapura. sepanjang bertahun-tahun, dia telah berkolaborasi bersama beberapa musisi, seperti Jeff Lorber di Java Jazz Festival tahun 2005, ensambel vokal Jepang Jammin Zeb (JJF 2008), Bob James (ASEAN Jazz Festival 2008 Batam Indonesia), Frank Griffith (JJF) 2010), serta legenda piano jazz Indonesia Buby Chen (JJF 2010) dan pelopor band rock progresif Discus (JJF 2006).

Andien selalu membuat album berdasarkan kelompok usianya saat ini. Ia besar di industri musik Indonesia, dan kita sepertinya melihat perkembangan dan sejarahnya dari waktu ke waktu. Sebagai penyanyi jazz muda, ia telah membuktikan banyak hal melalui kerja sama dengan musisi senior di dalam dan luar negeri. Kesetiaannya pada warna musik membuatnya konsisten saat ini.

Pertengahan 2010, Andien akan merilis lagi album Kirana. Salah satu nama lagu dalam album ini dalam bahasa Sansekerta, Kirana, adalah Sanskerta, artinya cahaya. Dalam proses produksi dan pemikirannya, sejak lama Andien percaya bahwa album ini adalah cerminan hati dan jiwanya. Kami berharap pelafalan setiap melodi dan kata bisa menjadi lagu untuk mendengarkan musik Indonesia.

5. Tulus (Genre Pop, indie, dan jazz)

Muhammad Tulus (lahir 20 Agustus 1987 di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, Indonesia. umur 33) adalah seorang penyanyi, penulis lagu dan arsitek Indonesia. Setelah menyelesaikan studinya di Universitas Katolik Parahyangan di Bandung, Tulus juga bekerja sebagai arsitek.

Tulus yang sudah menyanyi sejak kecil ini kerap dikenal menyanyi di kegiatan komunitas klub jazz dan kampus Bandung. Saat kuliah, dia bergabung dengan grup musik Sikuai.

Karir

Album pertama TULUS TULUS-Tulus, diproduksi oleh Ari’Aru’Renaldi dan dirilis oleh Demajors, dirilis oleh label rekamannya sendiri, TULUS Co. Pada 28 September 2011, TULUS menggubah semua lagu dan bertindak sebagai komposer dan produser bersama album tersebut. Kakak TULUS, Riri Muktamar, adalah produser eksekutif. Lagu seperti Sewindu, Kisah Sebentar, Teman Hidup, Tuan Nona Lonely & Jatuh Cinta mendominasi stasiun radio diseluruh Indonesia.

“Rolling Stone Indonesia” menobatkan TULUS sebagai Penghargaan Pilihan Editor 2013: Pendatang Baru Tahun Ini. Selain itu, album pertamanya menduduki nomor satu di tangga lagu Rolling Stone pada Januari 2012 dan Februari 2012. Teman Hidup menduduki peringkat pertama serial K-20 Kompas TV.

Baca Juga: 7 Drama Korea yang Diperankan Hyun Bin

6. Maliq & D’essentials (Genre, Pop, soul, funk, rock, jazz, dan blues)

MALIQ & D’Essentials adalah grup musik jazz dari Jakarta, Indonesia. MALIQ adalah singkatan dari kualitas musik dan instrumen live. Sejak tampil di Jakarta International Jazz Festival 2005, popularitas mereka terus meningkat, terutama di kalangan anak muda di Jakarta.

Perpaduan bahasa Indonesia dan Inggris dalam lagu tersebut menjadi salah satu ciri khas mereka. Musik yang dimainkannya unik dan terkadang terkesan tidak menyerupai lagu pop Indonesia.

Maliq & D’Essentials telah merilis 7 album sepanjang karirnya: 1, Free Your Mind, Mata Hati Ear, Beginning Of Beautiful Life, Sriwedari, Pop Music dan Senandung Senandika.

7. Calvin Jeremy (Genre Pop dan Jazz)

Calvin Jeremy Sihombing (lahir 6 Mei 1991 di Jakarta umur 29) adalah seorang penyanyi, penulis lagu dan aktor pop di Jakarta. Ia adalah anak kedua dari Dash Sihombing, persilangan antara Batak dan Filipina dari Solo, Jawa Tengah, dan Enthiek Saparti. Dia memiliki seorang kakak perempuan, Cecille Christophia. Calvin Jeremy (Calvin Jeremy) memulai karir musiknya pada tahun 2010 dan telah merilis beberapa album. Single paling terkenal Calvin Jeremy termasuk “Dua Cinta Satu Hati”, “Ada Untukmu” dan “Nostalgia”.

8. Dira Sugandi (Genre Jazz)

Dira Sugandi (lahir 29 Juli 1979 di Bandung, Indonesia; 41 tahun) adalah seorang penyanyi Indonesia. Ia lahir dengan nama Dira Julianti Sugandi dan memiliki bakat musik sejak kecil. Di usia 9 tahun, Dira berhasil meraih juara II lomba menyanyi anak.

Demi kelancaran karir bermusiknya, ia lulus SMA dan mengambil les vokal di Elfa Music Studio. Ia memulai karirnya sebagai penyanyi saat belajar di jurusan musik Pelita Harapan.

Dira pernah tampil bersama banyak musisi dan grup musik, seperti Soulmate, Maestro Big Band, Rika Roeslan, Sova, Imam Praz Quartet, bahkan menuju ke Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, Bali, Baik Singapura maupun Jakarta melakukan pertunjukan siluman. Dira juga tampil bersama Keith Martin saat bergabung dengan Bandung pada 2005.

9. Benny Likumahuwa (musisi Jazz)

Benny Likumahuwa (lahir 18 Juni 1946 di Kediri, Provinsi Jawa Timur – meninggal 9 Juni 2020 di Ciputat, Tangerang Selatan, umur 73 tahun), adalah musisi senior Indonesia dan juga dari Kakak dan Ayah Utha Likumahuwa. Identitas Barry Likumahuwa. Benny meninggal pada tanggal 9 Juni 2020.

Benny belajar tentang musik dari ibunya. Sejak remaja, dia belajar musik dan notasi sendiri. Awalnya, ia memainkan drum bongo dan kemudian menggunakan bass sebagai pengganti instrumen sebagai instrumen utama. Ketika Benny tertarik dengan musik jazz, dia mengganti alat musik itu dengan klarinet (kemudian saksofon) dan belajar memainkan trombon. Pada tahun 1966, Benny bergabung dengan Cressendo dari Bandung.

10. Syaharani (Genre Jazz)

Nama lengkap Syaharani adalah Saira Syaharani Ibrahim (lahir pada tanggal 27 Juli 1971 di Badu, Jawa Timur, umur 49) adalah seorang penyanyi jazz Indonesia. Wanita asal Sulawesi Selatan (Bone) yang dikenal dengan nama Rani ini merilis 3 album solo jazz dan Magma (Magma) yang populer sebelum tahun 2006. Ia juga mewakili Indonesia di North Sea Jazz Festival tahun 2001 dan memproduseri album Magma dan Untuk Anda (SQf), penulis lagu dan penata vokal. Rani juga menjadi bintang tamu di konser Al Jarreau, Iskandarsyah Siregar & Folks, Dave Koz, Keith Martin dan Yellow Yellowets Indonesia serta Fourplay. Rani tidak hanya menyanyi, tapi juga teater musikal Ibu Dasima, aktris Galeri Kisses TIM Jakarta, film Garasi besutan Miles Film, serta lagu tema dan ilustrator vokal Palm Films (pemenang Penghargaan NETPAC Festival Film Asia 2006).

Sejak kecil Rani sudah akrab dengan musik jazz. Namun, putri Hasan Ali Ibrahim dan Elly Zapantis tidak bernyanyi di kampus atau di bar hingga tahun 1990. Rani juga bertemu musisi jazz Bubi Chen di bar. Di penghujung 1998, Rani dan Bubi Chen, Benny Likumahuwa, Sutrisno, Cendi Luntung, dan Oele Pattiselanno bersama-sama merilis album jazz What a Wonderful World.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.