03/08/2021

Manufacturingtalk – informasi mengenai perusahaan manufaktur

Manufacturingtalk.com merupakan situs informasi mengenai perusahaan manufaktur yang ada ssat ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

9 Tempat Wisata di Jambi Terhits

10 min read

www.manufacturingtalk.com9 Tempat Wisata di Jambi Terhits. Sebagai salah satu daerah dengan dataran yang beragam, Jambi memiliki pemandangan yang indah. Kota yang juga merupakan nama provinsi pesisir Sumatera ini memang tak diragukan lagi memiliki potensi wisata. Dari wisata alam hingga wisata buatan, hampir setiap sudut Kota Jambi mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Sekitar 3 juta orang tinggal di daerah tersebut, yang merupakan saksi bisu dari kejayaan masa lalu peradaban Sumatera.

Ada juga bentang alam di Jambi juga bisa dijadikan tujuan wisata. Diawali objek wisata yang khas seperti jembatan, air terjun, perkebunan bahkan pura.

Berikut 9 tempat rekomendasi liburan seru dan tak terlupakan wisata terpopuler di Jambi.

1. Bukit Ngarau Merangin

Dari puncak Bukit Ngalau Merangin, Anda bisa melihat bentang alam Jambi yang menawan. Tak hanya itu, panorama hijau yang menyejukkan akan memanjakan mata Anda. Pemandangan yang tidak akan pernah Anda lupakan.

Bukit Ngalau Merangin juga menyediakan banyak spot foto menarik untuk Instagram. Untuk bisa menikmati keseruan gunung ini, Anda perlu mendaki gunung terlebih dahulu sebelum mencapai puncak Bukit Ngalau Merangin.

Lokasi: Desa Rantau Ngarau, Kentucky. Tabir Ulu, Kab. Merlin King.

2. Pulau Penyu

Pulau Penyu merupakan salah satu dari 20 pulau kecil yang ada di Provinsi Jambi. Pulau ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Sadhu Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur memasukkan destinasi Pulau Penyu dalam peta wisatanya. Pemprov Jambi pun semakin gencar melakukan promosi melalui media sosial. Tujuannya, menjadikan Pulau Penyu sebagai objek wisata bahari pilar utama di tengah sungai di Provinsi Jambi. Selain memiliki estetika yang indah, penyu juga kerap muncl kepermukaan pulau ini. Selama musim bertelur, setidaknya 5 sampai 6 penyu singgah. Jika beruntung, pengunjung bisa menyaksikan proses peneluran penyu di pulau ini.

Baca Juga: 14 Tempat Wisata Di Blora Terhits

Karena kelangkaannya inilah maka pulau ini dinamakan Pulau Penyu atau biasanya Pulau Telur.

Untuk mencapai Pulau Penyu, pengunjung harus melakukan perjalanan darat menuju pelabuhan Nipah Panjang. Diperlukan waktu sekitar 3 hingga 4 jam dari Kota Jambi ke Pelabuhan Nipah Panjang. Dilanjutkan menggunakan kapal motor atau speedboat untuk mencapai Pulau Berhala sekitar 40 menit. Kemudian dari Pulau Berhala hingga Pulau Penyu ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit menggunakan pompom sewaan milik warga. Perlu diketahui bahwa Pulau Penyu adalah pulau tak berpenghuni. Hanya penduduk yang mencari kayu bakar yang dapat mengunjungi pulau itu. Oleh karena itu, pulau ini tidak memiliki fasilitas apapun. Namun, pengunjung akan merasakan sensasi menjelajahi pulau pribadi. Jika Anda tidak memiliki penyu saat mengunjungi pulau tersebut, jangan khawatir. Di pulau tak berpenghuni ini, Anda juga bisa menikmati pesona lain.

Salah satunya adalah pantainya yang landai, diselimuti pasir halus yang terasa empuk saat dilacak. Matahari terbenam di sini juga spektakuler. Di malam hari, suasana keemasan menyelimuti langit. Membuat Anda merasa seperti di rumah sendiri.

Bagi yang ingin berkunjung kesini, sangat disarankan kesini saat musim kemarau. Pasalnya, pada musim hujan, ombak sangat tinggi sehingga kapal takut untuk beroperasi. Pemandangan yang sangat indah menjadi salah satu tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara ke pulau penyu ini. Oleh karena itu, mohon siapkan perlengkapan kamera untuk mengabadikan momen-momen berharga di pulau ini.

3. Danau Gunung Tujuh

Danau Gunung Tujuh terletak di Gunung Tujuh, di keindahan alam Dataran Tinggi Kerinci tepatnya berada di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Provinsi Jambi. Selain panorama alam yang memukau, jalur untuk melintasi juga jauh lebih mudah dibandingkan dengan gunung berapi yang masih aktif di Gunung Clinch.

Danau ini memiliki luas 960 hektar, panjang 4,5 kilometer dan lebar 3 kilometer, serta dikelilingi oleh tujuh gunung.

Ada Gunung Hulu Tebo (2.525 mdpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 mdpl), Gunung Madura Besi (2.418 mdpl), Gunung Lumut yang diselimuti aneka lumut (2.350 mdpl), Gunung Selasih (2.230 mdpl), Gunung Jar Pang Gang (2.469 kuda) dan Gunung Tujuh (2.735 kuda).

Terdapat sumber air di beberapa gunung yang menyebabkan air di danau tidak pernah mengering.

Danau Gunung Tujuh merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia yang terletak 1.950 meter di atas permukaan laut.

Danau Gunung Tujuh merupakan danau tertinggi kedua di Indonesia, kedua setelah 13 danau kecil di Gunung Taramo, Sumatera Barat, dengan ketinggian 2.750 Masra.

Dengan ketinggian sekitar 2 kilometer, bisa dibayangkan dinginnya air Danau Gunung Tujuh di pagi hari.

Meski begitu, berendam di Danau Gunung Tujuh dengan air yang sangat dingin merupakan perasaan yang tidak bisa Anda temukan di tempat lain. Bagi pendaki Gunung Tujuh, ini merupakan tantangan sekaligus kesenangan.

Jalur pendakian

Untuk mencapai Danau Gunung Tujuh, pengunjung harus mempersiapkan pendakian. Pendakian dari pintu gerbangTaman Nasional Kerinci Seblat ke Danau Gunung Tujuh membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam.

Dari pintu gerbang pos Taman Nasional Kerinci Seblat terdapat dua pilihan jalur pendakian. Beberapa jalur lebih landai, tetapi terpisah lebih jauh, dan memiliki jalur yang curam tetapi lebih dekat.

Kedua jalur tersebut akan bertemu, kemudian pendaki harus melalui jalur turunan yang cukup terjal hingga ke pinggir Danau Gunung Tujuh. Dari sana, pengunjung bisa langsung melihat salah satu danau tertinggi di Asia Tenggara.

Danau Gunung Tujuh juga dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai sumber mata pencaharian. Beberapa masyarakat lokal mencari ikan di danau sebagai nelayan.

Jika mengunjungi Danau Gunung Tujuh, wisatawan bisa menyewa perahu nelayan dan dayung untuk menjelajahi danau yang sangat luas.

Danau Gunung Tujuh Kerinci adalah sebuah danau wisata yang terletak di Taman Nasional Kerinci Seblat, di Gunung Kerinci Gunung Jambi.

Taman Nasional merupakan kawasan flora dan fauna terluas di Pulau Sumatera, dan merupakan kawasan yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia.

Danau Gunung Tujuh Kerinci memiliki jutaan rasa eksotis yang bisa membuat mata Anda terasa segar. Keheningan dan keindahan kabut tipis di atas air begitu menghipnotis, memberikan kenyamanan dan keindahan yang tiada duanya.

4. Air Terjun Pancoran Rayo

Provinsi Jambi menyimpan jutaan misteri dan keindahan alam yang tersembunyi rapi di dalam hutan, di balik tebing dan pegunungan yang menjulang tinggi. Masih banyak pemandangan alam yang belum diketahui masyarakat atau belum terekspos. Namun hal tersebut tidak akan mengurangi pesonanya, salah satunya adalah Air Terjun Pancuran Rayo.

Air Terjun Pancuran Rayo merupakan air terjun tertinggi di Kerinci dan tercatat sebagai salah satu air terjun tertinggi di Sumatera. Kondisi tempat wisata ini masih sangat alami, dikelilingi pepohonan besar yang rindang. Meski membutuhkan banyak tenaga untuk mencapai air terjun tersebut, namun air terjun tersebut tetap mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.

Secara geografis, Air Terjun Pancuran Rayo terletak di Dusun Baru Pulau Tengah di Kecamatan Danau Keling, Kabupaten Klinchi, Provinsi Jambi. Untuk menikmati keindahan air terjun tersebut, pengunjung harus berada setidaknya sejauh 23 kilometer dari Kota Sungai Daxi. Pertama, wisatawan harus menuju Dusun Baru Pulau Tengah yang bisa ditempuh dengan kendaraan umum maupun pribadi.

Pengunjung Dusun Baru Pulau Tengah harus berjalan kaki atau trek 4 kilometer untuk mencapai Air Terjun Rayo Pancuran. Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih satu hingga dua jam. Medan yang berat harus ditaklukkan, dan wisatawan harus naik turun gunung, melintasi jalan tanah, dan melintasi banyak sungai.

5. Jambi Paradise

Jambi tidak hanya memiliki Gunung Kerinci dan Candi Muaro Jambi. Wisatawan juga bisa mengunjungi Jambi Paradise yang merupakan destinasi menarik dan modern.

Letaknya yang berada di pertigaan Acai Sungai Gelam Kota Jambi merupakan obyek wisata alam dengan pemandangan alam yang beragam. Mulailah dengan bermain perahu, flying fox, mencari makan di danau dan bermain petak umpet di area labirin.

Baca Juga: 7 Film Bertema Pahlawan Di Indonesia

Dengan luas tanah sekitar 4 hektar dan danau buatan yang hampir mengelilingi kawasan, juga memberikan banyak pilihan bagi wisatawan untuk menikmati alam dengan bersepeda santai. Untuk tiket masuk, pengunjung hanya perlu membayar Rp 30.000 per orang.

Saat pertama kali memasuki kawasan Jambi Paradise, pengunjung akan disuguhkan tempat di mana mereka bisa berbagi foto. Ada tanaman merambat di koridor sepanjang 30 meter ini, dengan kicauan burung di atasnya, dan suara burung di sekitarnya, serasa berada di alam liar. Tak jauh dari koridor, Anda bisa melihat buntalan bambu di sisi kiri dan kanan membawa rasa sejuk saat duduk di bawahnya. Di bagian atas, ada jembatan gantung yang diperpanjang.

Ada juga Mini Jamby Garden di Bay Garden yang merupakan bunga besi besar berwarna pink dengan nuansa romantis dan modern. Bahkan lokasi di sekitar Jambi Pradise sering digunakan oleh masyarakat sekitar untuk berfoto. Jika lelah berjalan-jalan, pengunjung bisa menyewa pondok di tepi danau untuk menikmati makanan ringan atau minum air kelapa.

6. Jembatan Pedestrian

Ada satu jembatan unik di Jambi, namanya jembatan  Pedestrian. Seperti namanya, jembatan ini menelan biaya sekitar 90 miliar rupiah dan diperuntukkan bagi pejalan kaki. Meski lebar jalan lebih lebar dari lebar mobil, kendaraan bermotor dilarang melewati jembatan. Terdapat tangga di kedua ujung jembatan, sehingga sepeda motor atau mobil tidak dapat melewati jembatan tersebut.

Badan utama jembatan membentuk huruf S. Itu dibangun menggunakan beton cor dan teknologi suspensi. Jembatan tersebut melintasi Sungai Batangahari.

Di ujung seberang kota Jambi, sebuah menara dibangun. Menara tersebut dinamai pemerintah Gentala Arasy, mewakili Genah Tanah Lahir Abdurrahman Sayuti. Abdurrahman Sayuti adalah mantan Gubernur Jambi, menjabat dari tahun 1990 hingga 2000 dan lahir di daerah tersebut.

Gentala Arasy juga berarti suara yang menjalar ke angkasa. Dengan kata lain, Gentala Arasy juga digunakan sebagai menara masjid dan dapat digunakan sebagai pembicara untuk sholat. Gentala Arasy telah dikaitkan dengan Masjid Agung Al Fallah. Oleh karena itu, jika berbicara tentang Masjid Agung Lah, suara doa akan disiarkan oleh Menara Gentala Arasy.

Di ujung jembatan lainnya adalah Pusat Perdagangan Provinsi Jambi. Ada pasar tradisional disini, Pasar Ang Sodo, Wiltop Trade Center (WTC).

uUntuk wisata kuliner berada di ujung jembatan, di seberang jalan kediaman Gubernur Jambi. Ada berbagai macam makanan untuk dijual. Yang paling dicari adalah jagung bakar, dan minumannya es tebu.

7. Danau Sipin

Jambi merupakan salah satu provinsi yang ada di pulau sumatera, jambi juga terkenal memiliki banyak tempat yang sejuk dan indah, salah satunya adalah danau sipin.

Danau sipin merupakan danau alami dan sudah tidak asing lagi di telinga warga Kota Jambi.

Di tengah Danau sipin terdapat beberapa keramba yang sengaja dibuat oleh nelayan, dan rumah panggung yang bisa dijadikan tempat peristirahatan para nelayan. terdapat juga beragam jenis ikan disini, seperti Mujair, ikan nila, ikan mas dll.

Saat sore hari, danau sudah dipadati orang, banyak orang asyik menikmati semilir angin sore di tepi sungai, menunggu panorama matahari terbenam. Saat jam dunia pukul 16.30 WIB tempat ini sangat ramai, dan jalanan di sekitar Danau Sipin akan sangat ramai bahkan terkadang ramai.

Biasanya hal ini biasa terjadi pada hari-hari biasa, dan lebih parah lagi pada akhir pekan akan ada arus wisatawan yang besar, dan terkadang kawasan di sekitar tempat wisata Telaga Sipin mulai ramai mulai pukul 14.30 WIB.

Sebagian besar masyarakat Kota jambi yang berkunjung ke Telaga Sipin adalah para remaja, sehingga jumlah orang dewasa sangat sedikit, maka jangan heran jika banyak ditemui kekasih yang mengobrol dari berbagai sudut. Tidak hanya itu, kebersamaan dengan keluarga hanya untuk menghilangkan segala kepenatan dan stres.

Anda juga bisa menemukan penjual ikan yang bisa Anda beli dari nelayan. Selain itu anda juga bisa menggunakan perahu-perahu cantik untuk berjalan-jalan di danau.Dengan harga hanya Rp. 5.000 per orang, anda bisa menggunakan perahu yang mampu menampung hingga 3-4 orang untuk berjalan-jalan di danau,

lokasi

Alamat: Kecamatan Telanai Pura, Kota Jambi, Provinsi Jambi.

8. Candi Muaro Jambi

Peninggalan sejarah Indonesia berupa candi-candi indah yang ada di Indonesia, bukan hanya Candi Borobudur atau Prambanan saja. Salah satu kawasan candi di Jambi juga merupakan salah satu candi terbesar di Asia Tenggara. Tak heran, kawasan candi ini juga menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Candi Muaro Jambi terletak di dekat Sungai Batang Hari di Danau Lamo di Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Kawasan candi telah dipugar dan dilindungi oleh Balai Perlindungan Warisan Budaya Jambi (BPCB). Nah, untuk lebih mengenal candi bersejarah ini, yuk simak beberapa fakta menarik tentang Candi Muaro Jambi.

Umur candi lebih tua dari Borobudur

Meskipun pengakuan UNESCO atas Candi Muaro Jambi sebagai Situs Warisan Dunia relatif baru, usianya lebih tua dari Candi Borobudur. Candi Borobodur dikandung pada abad ke-8 hingga ke-9, sedangkan Candi Muaro Jambi diyakini telah terbentuk sejak abad ke-7.

Monumen bersejarah ini mungkin tidak sepopuler candi lain di Jawa, namun candi Muaro Jambi dipercaya sebagai salah satu pusat perkembangan agama Budha. Pada jaman kejayaan Kerajaan Sriwijaya, Candi Muaro diJambi dianggap sebagai aset berharga dalam bidang ilmu pengetahuan, budaya, pariwisata, religi, kemasyarakatan & ekonomi.

Luas candi 8 kali luas Borobudur

Kompleks Candi Muaro Jambi memiliki luas 12 kilometer persegi, delapan kali luas Candi Borobudur. Candi Muaro di Jambi membentang sekitar 7,5 km ke barat di kedua tepi Sungai Batangas. Nah, di lokasi kompleks ini, Anda juga bisa menemukan beberapa peninggalan candi

Sobat bisa menemukan beberapa candi di kawasan candi Muaro Jambi sekaligus yaitu Candi Vando Astano, Candi Gedong 1, Candi Gedong 2, Candi Gumpung, Candi Tinggi, Candi Kembar Batu dan Candi Talaga Rajo.

Mirip dengan salah satu gedung universitas di India

Nah, konon Candi Muaro Jambi pernah menjadi salah satu pusat pendidikan peninggalan Kerajaan Sriwijaya di universitas tersebut. Arkeolog Agus Widiatmoko dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebut hal itu karena kemiripan bangunan candi dengan salah satu perguruan tinggi di India, yakni Universitas Naranda.

Ketika Dharma India dirusak oleh invasi, Universitas Naranda dianggap telah pindah ke Sumatera. Saat ini bangunan universitas yang digunakan untuk belajar dianggap berupa Candi Muaro Jambi yang bersejarah dan memiliki areal candi yang luas.

Sebuah kuil dengan lebih dari 80 situs kuil

Peninggalan sejarah Candi Muaro Jambi dapat dilihat dari 82 reruntuhan arsitektur kuno di permukiman candi. Sejauh ini, Balai Perlindungan Warisan Budaya Jambi (BPCB) telah melakukan pemugaran secara mendalam terhadap delapan bangunan candi.

9. Air terjun Telun Berasap

Air terjun Telun Berasap diselimuti pepohonan lebat, gemuruh airnya menghantam bebatuan yang terjal, di depan Anda terdengar suara-suara dari kejauhan. Air terjun mengalir di atas tebing curam dan tingginya sekitar 50 meter. Air mengalir melalui susunan batuan, dimana sumber sungai mengalir di hulu Danau Gunung Tujuh. Menurut warga sekitar, nama Telun Berasap diambil dari jatuhan air setinggi 50 meter yang membentuk kabut air di sekitarnya. Proses inilah yang menjadi ciri khas Air Terjun Telun Berasap. Saat sinar matahari menyinari uap air, tetesan air tersebut melayang di udara seperti kabut dan menghasilkan cahaya warna-warni seperti pelangi.

Transportasi

dari Kota Jambi ke Kota Sungai Pinang memakan waktu sekitar 10 jam, dengan jarak tempuh sekitar 500 kilometer. Anda bisa menggunakan angkutan umum (minibus), menyewa mobil atau mobil pribadi untuk bepergian. Atau, Anda bisa pergi ke Papan lalu menuju ke Sungai Penuh, mulai dari Kota Padang. Total jarak tempuh dari Kota Padang ke Kota Sungai Kok sekitar 287 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 7 jam. Transportasi yang bisa Anda gunakan adalah angkutan umum (minibus), mobil sewaan atau mobil pribadi. Jarak antara Sungai Penuh dan desa Telun Berasap kurang lebih 60 kilometer. Perjalanan menuju desa Telun Berasap bisa menggunakan kendaraan roda empat. Setelah sampai di lokasi ini, jalan kaki sejauh 300 meter untuk mencapai pintu masuk kawasan wisata Air Terjun Telun Berasap.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.