Bahan Baku Industri Makanan Ringan dan Minuman Kemasan

Bahan Baku Industri Makanan Ringan dan Minuman Kemasan – Peluang industri makanan Indonesia tergolong cukup baik untuk potensi pasar di kawasan Asia Tenggara dan Asia. Meski ketersediaan beberapa jenis bahan baku yang cukup melimpah, namun sebagian bahan yang masih didatangkan dari luar negeri atau impor. Bahkan penelitian akhir-akhir ini menyatakan bahwa 70% bahan baku industri makanan merupakan barang impor. Hal ini sangat miris, karena sesungguhnya Indonesia kaya akan berbagai bahan yang berpotensi diolah menjadi makanan dan minuman.

Adapun contoh bahan yang diimpor ialah esktrak buah dan bumbu powder. Hal ini menyebabkan produksi makanan menjadi terhambat ketika pasokan bahan impornya belum datang, sehingga waktu pemesannya harus benar-benar diperhatikan karena pada umumnya membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu. Keterbatasan bahan baku industri makanan tersebut sangat berpengaruh, khususnya dalam industri makanan ringan, snack dan minuman kemasan. Sehingga sampai saat ini, industri makanan berbahan impor kerap mengalami kendala dalam produksinya.

Sedangkan industri makanan ringan yang tidak membutuhkan impor bahan bakunya saat ini berkembang cukup pesat. Di samping industri konvensional, home industri makanan ringan juga mulai berkembang seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap makanan ringan, snack dan minuman kemasan yang kini banyak dijual di pasar, toko atau pusat perbelanjaan lainnya. Berikut ialah beberapa bahan baku industri yang biasa digunakan dalam pembuatan makanan ringan, snack dan minuman.

1. Jenis umbi-umbian seperti kentang, ketela, talas, ubi, suweng, gadung dan uwi. Bahan-bahan ini biasa digunakan sebagai bahan baku kripik, makanan ringan dan snack yang nantinya akan dicampur dengan bumbu atau bubuk perasa.

2. Jenis buah-buahan diambil sari buahnya, bahkan daging buahnya sebagai bahan baku minuman dan makanan awetan kaleng seperti cocktail. Adapun beberapa contoh buahnya ialah seperti sirsak, apel, jeruk, mangga, strawberry dan masih banyak lagi. Selain itu, buah juga bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan selai dan perisa makanan buah yang banyak ditemukan dalam makanan ringan.

3. Gandum, telur, gula dan mentega dijadikan sebagai bahan baku industri makanan ringan berupa roti dan kue, baik basah ataupun kering.

4. Biji kakau digunakan sebagai bahan baku pembuatan coklat dan berbagai olahan makanan ringan yang mengandung coklat.

5. Susu merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan dalam pembuatan beberapa makanan seperti susu kaleng, olahan yogurt dan campuran pembuatan makanan lain seperti roti atau cokelat.

6. Teh dan Kopi, kedua bahan ini merupakan jenis bahan baku minuman kemasan yang saat ini banyak dijumpai. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya minuman kemasan jenis teh dan kopi, baik dalam kemasan kotak kardus, kaleng ataupun botol.

7. Kacang termasuk sebagai bahan baku yang banyak digunakan dalam industri makanan, baik sebagai bahan utama atau bahan pendukung. Olahan kacang bisa berupa makanan ringan seperti kacang bawang, kacang telur dan kacang atom. Bahkan, kacang juga digunakan sebagai bahan baku industri sambal dan selai.

Beberapa bahan diatas merupakan contoh bahan-bahan alam yang banyak digunakan sebagai bahan industri makanan ringan, snack dan minuman yang saat ini kerap kita konsumsi. Ketersediaan bahan baku yang bisa dijumpai di Indonesia memungkinkan industrinya bisa berkembang dengan pesat, berbeda ketika bahan baku yang digunakan harus didatangkan dari luar daerah atau impor. Oleh sebab itu, saat ini mulai banyak dikembangkan pengolahan makanan dengan bahan-bahan yang kerap dijumpai serta mudah didapatkan agar tidak kehabisan stok atau kendala yang mengakibatkan penurunan hasil produksi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!