Sengon Sebagai Bahan Baku Industri Kayu

Sengon Sebagai Bahan Baku Industri Kayu – Industri pengolahan kayu tidak lagi kekurangan bahan baku karena kayu merupakan bahan yang mudah diperoleh pada saat ini. Terlebih ketika adanya perluasan hutan tanaman kayu yang sangat membantu meningkatkan produksi industri ini. Selain itu, bahan kayu juga diperoleh dari hutan tanaman industri dan hutan tanaman rakyat. Adapun jenis kayu yang paling banyak digunakan ialah sengon atau Albizia Chinensis dalam bahasa latinnya. Jenis kayu ini biasa digunakan dalam berbagai ukuran diameter, mulai dari 40-50cm dengan kondisi fisik kayu yang sehat tanpa penyakit. Tanaman kayu jenis ini banyak ditanam di berbagai wilayah Indonesia, terutama wilayah yang masih mempunyai area hutan yang luas seperti Kalimantan dan Sumatera.

Bibit pohon sengon mudah dijumpai di pasar-pasar desa bahkan pedagang keliling saat mulai musim hujan, karena awal musim hujan dipercaya merupakan waktu yang tepat untuk menananam bahan baku industri kayu ini. Bukan ketika musim penghujan sudah tiba atau hujan sudah mulai turun setiap hari, karena tanaman ini justru akan mati terkena derasnya hujan tiap harinya. Saat ini wilayah pematang sawah, bahkan area sawah yang dulunya ditanami kini mulai beranjak ke sengon karena dinilai lebih menguntungkan dan mempunyai harga jual tinggi. Oleh sebab itu, sengon merupakan bahan baku industri kayu sekaligus hasil hutan tanaman Indonesia.

Harga sengon di pasaran juga beraneka ragam, mulai dari Rp.200.000 sampai Rp.20.000.000 tergantung dengan diameter, tinggi dan kualitas kayunya. Selanjutnya ketika sudah digerjadi dan menjadi bentuk papan, maka harga yang ditawarkan sudah berbeda yakni menjadi per lembar atau satuan papan. Mayoritas industri kayu memanfaatkan bahan papan kayu ini sebagai bahan utamanya, sehingga petani kayu dapat menjual kayunya terhadap agen yang nantinya menyalurkan ke pabrik. Biasanya tempat penjualan yang ada disertai dengan proses pemotongan kayu menjadi bentuk papan-papan ini. Adapun ukuran papan ini juga disesuaikan dengan ukuran kayu pada awalnya, jika diameternya kecil maka lapisan yang dihasilkan juga kecil, namun jika besar maka juga akan mengikuti. Oleh sebab itu, penggunaan dari setiap lapisan kayu juga berbeda-beda sama halnya dengan pemesanan setiap pabrik yang satu dengan yang lainnya juga berbeda. Seperti contohnya industri tegel kayu yang membutuhkan papan berukuran kecil dan tipis, sedangkan industri meubel dan properti membutuhkan ukuran papan yang lebih besar dibandingkan industri tegel. Meski bukan satu-satunya bahan yang digunakan, namun jenis kayu ini merupakan bahan yang banyak digunakan mengingat jumlahnya banyak, mudah ditemukan dan harganya yang jauh lebih murah dibandingkan jenis kayu lainnya, seperti misalnya jati.

Persebaran industri kayu di Indonesia bisa dibilang cukup merata, mayoritas berada di wilayah pedesaan dan kawasan hutan masyarakat yang ditanami kayu sengon. Hal ini bertujuan agar mempermudah distribusi bahan baku dan menghemat biaya angkut menuju pabrik. Selain itu, industri kayu juga menyerap banyak tenaga kerja, sehingga cocok ketika lokasinya berada di wilayah pedesaan. Selain iu, area pabrik kayu pasti memiliki jarah yang tidak terlalu jauh dengan depo atau tempat pemotongan kayu, karena tempat inilah yang nantinya akan menyuplai bahan baku kayu. Dengan demikian, masyarakat atau petani pengolah hutan tanaman industri mengalami peningkatan ekonomi yang cukup pesat, dibuktikan dengan adanya permintaan kayu sengon yang terus meningkat. Oleh sebab itu, penanaman kayu sengon juga terus digencarkan guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Di samping itu, masyarakat kawasan pedesaan yang berdekatan dengan industri kayu juga banyak diserap menjadi pekerja industri.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!