9 Tempat Wisata di Jambi Terhits

www.manufacturingtalk.com9 Tempat Wisata di Jambi Terhits. Sebagai salah satu daerah dengan dataran yang beragam, Jambi memiliki pemandangan yang indah. Kota yang juga merupakan nama provinsi pesisir Sumatera ini memang tak diragukan lagi memiliki potensi wisata. Dari wisata alam hingga wisata buatan, hampir setiap sudut Kota Jambi mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Sekitar 3 juta orang tinggal di daerah tersebut, yang merupakan saksi bisu dari kejayaan masa lalu peradaban Sumatera.

Ada juga bentang alam di Jambi juga bisa dijadikan tujuan wisata. Diawali objek wisata yang khas seperti jembatan, air terjun, perkebunan bahkan pura.

Berikut 9 tempat rekomendasi liburan seru dan tak terlupakan wisata terpopuler di Jambi.

1. Bukit Ngarau Merangin

Dari puncak Bukit Ngalau Merangin, Anda bisa melihat bentang alam Jambi yang menawan. Tak hanya itu, panorama hijau yang menyejukkan akan memanjakan mata Anda. Pemandangan yang tidak akan pernah Anda lupakan.

Bukit Ngalau Merangin juga menyediakan banyak spot foto menarik untuk Instagram. Untuk bisa menikmati keseruan gunung ini, Anda perlu mendaki gunung terlebih dahulu sebelum mencapai puncak Bukit Ngalau Merangin.

Lokasi: Desa Rantau Ngarau, Kentucky. Tabir Ulu, Kab. Merlin King.

2. Pulau Penyu

Pulau Penyu merupakan salah satu dari 20 pulau kecil yang ada di Provinsi Jambi. Pulau ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Sadhu Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur memasukkan destinasi Pulau Penyu dalam peta wisatanya. Pemprov Jambi pun semakin gencar melakukan promosi melalui media sosial. Tujuannya, menjadikan Pulau Penyu sebagai objek wisata bahari pilar utama di tengah sungai di Provinsi Jambi. Selain memiliki estetika yang indah, penyu juga kerap muncl kepermukaan pulau ini. Selama musim bertelur, setidaknya 5 sampai 6 penyu singgah. Jika beruntung, pengunjung bisa menyaksikan proses peneluran penyu di pulau ini.

Baca Juga: 14 Tempat Wisata Di Blora Terhits

Karena kelangkaannya inilah maka pulau ini dinamakan Pulau Penyu atau biasanya Pulau Telur.

Untuk mencapai Pulau Penyu, pengunjung harus melakukan perjalanan darat menuju pelabuhan Nipah Panjang. Diperlukan waktu sekitar 3 hingga 4 jam dari Kota Jambi ke Pelabuhan Nipah Panjang. Dilanjutkan menggunakan kapal motor atau speedboat untuk mencapai Pulau Berhala sekitar 40 menit. Kemudian dari Pulau Berhala hingga Pulau Penyu ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit menggunakan pompom sewaan milik warga. Perlu diketahui bahwa Pulau Penyu adalah pulau tak berpenghuni. Hanya penduduk yang mencari kayu bakar yang dapat mengunjungi pulau itu. Oleh karena itu, pulau ini tidak memiliki fasilitas apapun. Namun, pengunjung akan merasakan sensasi menjelajahi pulau pribadi. Jika Anda tidak memiliki penyu saat mengunjungi pulau tersebut, jangan khawatir. Di pulau tak berpenghuni ini, Anda juga bisa menikmati pesona lain.

Salah satunya adalah pantainya yang landai, diselimuti pasir halus yang terasa empuk saat dilacak. Matahari terbenam di sini juga spektakuler. Di malam hari, suasana keemasan menyelimuti langit. Membuat Anda merasa seperti di rumah sendiri.

Bagi yang ingin berkunjung kesini, sangat disarankan kesini saat musim kemarau. Pasalnya, pada musim hujan, ombak sangat tinggi sehingga kapal takut untuk beroperasi. Pemandangan yang sangat indah menjadi salah satu tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara ke pulau penyu ini. Oleh karena itu, mohon siapkan perlengkapan kamera untuk mengabadikan momen-momen berharga di pulau ini.

3. Danau Gunung Tujuh

Danau Gunung Tujuh terletak di Gunung Tujuh, di keindahan alam Dataran Tinggi Kerinci tepatnya berada di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Provinsi Jambi. Selain panorama alam yang memukau, jalur untuk melintasi juga jauh lebih mudah dibandingkan dengan gunung berapi yang masih aktif di Gunung Clinch.

Danau ini memiliki luas 960 hektar, panjang 4,5 kilometer dan lebar 3 kilometer, serta dikelilingi oleh tujuh gunung.

Ada Gunung Hulu Tebo (2.525 mdpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 mdpl), Gunung Madura Besi (2.418 mdpl), Gunung Lumut yang diselimuti aneka lumut (2.350 mdpl), Gunung Selasih (2.230 mdpl), Gunung Jar Pang Gang (2.469 kuda) dan Gunung Tujuh (2.735 kuda).

Terdapat sumber air di beberapa gunung yang menyebabkan air di danau tidak pernah mengering.

Danau Gunung Tujuh merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia yang terletak 1.950 meter di atas permukaan laut.

Danau Gunung Tujuh merupakan danau tertinggi kedua di Indonesia, kedua setelah 13 danau kecil di Gunung Taramo, Sumatera Barat, dengan ketinggian 2.750 Masra.

Dengan ketinggian sekitar 2 kilometer, bisa dibayangkan dinginnya air Danau Gunung Tujuh di pagi hari.

Meski begitu, berendam di Danau Gunung Tujuh dengan air yang sangat dingin merupakan perasaan yang tidak bisa Anda temukan di tempat lain. Bagi pendaki Gunung Tujuh, ini merupakan tantangan sekaligus kesenangan.

Jalur pendakian

Untuk mencapai Danau Gunung Tujuh, pengunjung harus mempersiapkan pendakian. Pendakian dari pintu gerbangTaman Nasional Kerinci Seblat ke Danau Gunung Tujuh membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam.

Dari pintu gerbang pos Taman Nasional Kerinci Seblat terdapat dua pilihan jalur pendakian. Beberapa jalur lebih landai, tetapi terpisah lebih jauh, dan memiliki jalur yang curam tetapi lebih dekat.

Kedua jalur tersebut akan bertemu, kemudian pendaki harus melalui jalur turunan yang cukup terjal hingga ke pinggir Danau Gunung Tujuh. Dari sana, pengunjung bisa langsung melihat salah satu danau tertinggi di Asia Tenggara.

Danau Gunung Tujuh juga dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai sumber mata pencaharian. Beberapa masyarakat lokal mencari ikan di danau sebagai nelayan.

Jika mengunjungi Danau Gunung Tujuh, wisatawan bisa menyewa perahu nelayan dan dayung untuk menjelajahi danau yang sangat luas.

Danau Gunung Tujuh Kerinci adalah sebuah danau wisata yang terletak di Taman Nasional Kerinci Seblat, di Gunung Kerinci Gunung Jambi.

Taman Nasional merupakan kawasan flora dan fauna terluas di Pulau Sumatera, dan merupakan kawasan yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia.

Danau Gunung Tujuh Kerinci memiliki jutaan rasa eksotis yang bisa membuat mata Anda terasa segar. Keheningan dan keindahan kabut tipis di atas air begitu menghipnotis, memberikan kenyamanan dan keindahan yang tiada duanya.

4. Air Terjun Pancoran Rayo

Provinsi Jambi menyimpan jutaan misteri dan keindahan alam yang tersembunyi rapi di dalam hutan, di balik tebing dan pegunungan yang menjulang tinggi. Masih banyak pemandangan alam yang belum diketahui masyarakat atau belum terekspos. Namun hal tersebut tidak akan mengurangi pesonanya, salah satunya adalah Air Terjun Pancuran Rayo.

Air Terjun Pancuran Rayo merupakan air terjun tertinggi di Kerinci dan tercatat sebagai salah satu air terjun tertinggi di Sumatera. Kondisi tempat wisata ini masih sangat alami, dikelilingi pepohonan besar yang rindang. Meski membutuhkan banyak tenaga untuk mencapai air terjun tersebut, namun air terjun tersebut tetap mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.

Secara geografis, Air Terjun Pancuran Rayo terletak di Dusun Baru Pulau Tengah di Kecamatan Danau Keling, Kabupaten Klinchi, Provinsi Jambi. Untuk menikmati keindahan air terjun tersebut, pengunjung harus berada setidaknya sejauh 23 kilometer dari Kota Sungai Daxi. Pertama, wisatawan harus menuju Dusun Baru Pulau Tengah yang bisa ditempuh dengan kendaraan umum maupun pribadi.

Pengunjung Dusun Baru Pulau Tengah harus berjalan kaki atau trek 4 kilometer untuk mencapai Air Terjun Rayo Pancuran. Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih satu hingga dua jam. Medan yang berat harus ditaklukkan, dan wisatawan harus naik turun gunung, melintasi jalan tanah, dan melintasi banyak sungai.

5. Jambi Paradise

Jambi tidak hanya memiliki Gunung Kerinci dan Candi Muaro Jambi. Wisatawan juga bisa mengunjungi Jambi Paradise yang merupakan destinasi menarik dan modern.

Letaknya yang berada di pertigaan Acai Sungai Gelam Kota Jambi merupakan obyek wisata alam dengan pemandangan alam yang beragam. Mulailah dengan bermain perahu, flying fox, mencari makan di danau dan bermain petak umpet di area labirin.

Baca Juga: 7 Film Bertema Pahlawan Di Indonesia

Dengan luas tanah sekitar 4 hektar dan danau buatan yang hampir mengelilingi kawasan, juga memberikan banyak pilihan bagi wisatawan untuk menikmati alam dengan bersepeda santai. Untuk tiket masuk, pengunjung hanya perlu membayar Rp 30.000 per orang.

Saat pertama kali memasuki kawasan Jambi Paradise, pengunjung akan disuguhkan tempat di mana mereka bisa berbagi foto. Ada tanaman merambat di koridor sepanjang 30 meter ini, dengan kicauan burung di atasnya, dan suara burung di sekitarnya, serasa berada di alam liar. Tak jauh dari koridor, Anda bisa melihat buntalan bambu di sisi kiri dan kanan membawa rasa sejuk saat duduk di bawahnya. Di bagian atas, ada jembatan gantung yang diperpanjang.

Ada juga Mini Jamby Garden di Bay Garden yang merupakan bunga besi besar berwarna pink dengan nuansa romantis dan modern. Bahkan lokasi di sekitar Jambi Pradise sering digunakan oleh masyarakat sekitar untuk berfoto. Jika lelah berjalan-jalan, pengunjung bisa menyewa pondok di tepi danau untuk menikmati makanan ringan atau minum air kelapa.

6. Jembatan Pedestrian

Ada satu jembatan unik di Jambi, namanya jembatan  Pedestrian. Seperti namanya, jembatan ini menelan biaya sekitar 90 miliar rupiah dan diperuntukkan bagi pejalan kaki. Meski lebar jalan lebih lebar dari lebar mobil, kendaraan bermotor dilarang melewati jembatan. Terdapat tangga di kedua ujung jembatan, sehingga sepeda motor atau mobil tidak dapat melewati jembatan tersebut.

Badan utama jembatan membentuk huruf S. Itu dibangun menggunakan beton cor dan teknologi suspensi. Jembatan tersebut melintasi Sungai Batangahari.

Di ujung seberang kota Jambi, sebuah menara dibangun. Menara tersebut dinamai pemerintah Gentala Arasy, mewakili Genah Tanah Lahir Abdurrahman Sayuti. Abdurrahman Sayuti adalah mantan Gubernur Jambi, menjabat dari tahun 1990 hingga 2000 dan lahir di daerah tersebut.

Gentala Arasy juga berarti suara yang menjalar ke angkasa. Dengan kata lain, Gentala Arasy juga digunakan sebagai menara masjid dan dapat digunakan sebagai pembicara untuk sholat. Gentala Arasy telah dikaitkan dengan Masjid Agung Al Fallah. Oleh karena itu, jika berbicara tentang Masjid Agung Lah, suara doa akan disiarkan oleh Menara Gentala Arasy.

Di ujung jembatan lainnya adalah Pusat Perdagangan Provinsi Jambi. Ada pasar tradisional disini, Pasar Ang Sodo, Wiltop Trade Center (WTC).

uUntuk wisata kuliner berada di ujung jembatan, di seberang jalan kediaman Gubernur Jambi. Ada berbagai macam makanan untuk dijual. Yang paling dicari adalah jagung bakar, dan minumannya es tebu.

7. Danau Sipin

Jambi merupakan salah satu provinsi yang ada di pulau sumatera, jambi juga terkenal memiliki banyak tempat yang sejuk dan indah, salah satunya adalah danau sipin.

Danau sipin merupakan danau alami dan sudah tidak asing lagi di telinga warga Kota Jambi.

Di tengah Danau sipin terdapat beberapa keramba yang sengaja dibuat oleh nelayan, dan rumah panggung yang bisa dijadikan tempat peristirahatan para nelayan. terdapat juga beragam jenis ikan disini, seperti Mujair, ikan nila, ikan mas dll.

Saat sore hari, danau sudah dipadati orang, banyak orang asyik menikmati semilir angin sore di tepi sungai, menunggu panorama matahari terbenam. Saat jam dunia pukul 16.30 WIB tempat ini sangat ramai, dan jalanan di sekitar Danau Sipin akan sangat ramai bahkan terkadang ramai.

Biasanya hal ini biasa terjadi pada hari-hari biasa, dan lebih parah lagi pada akhir pekan akan ada arus wisatawan yang besar, dan terkadang kawasan di sekitar tempat wisata Telaga Sipin mulai ramai mulai pukul 14.30 WIB.

Sebagian besar masyarakat Kota jambi yang berkunjung ke Telaga Sipin adalah para remaja, sehingga jumlah orang dewasa sangat sedikit, maka jangan heran jika banyak ditemui kekasih yang mengobrol dari berbagai sudut. Tidak hanya itu, kebersamaan dengan keluarga hanya untuk menghilangkan segala kepenatan dan stres.

Anda juga bisa menemukan penjual ikan yang bisa Anda beli dari nelayan. Selain itu anda juga bisa menggunakan perahu-perahu cantik untuk berjalan-jalan di danau.Dengan harga hanya Rp. 5.000 per orang, anda bisa menggunakan perahu yang mampu menampung hingga 3-4 orang untuk berjalan-jalan di danau,

lokasi

Alamat: Kecamatan Telanai Pura, Kota Jambi, Provinsi Jambi.

8. Candi Muaro Jambi

Peninggalan sejarah Indonesia berupa candi-candi indah yang ada di Indonesia, bukan hanya Candi Borobudur atau Prambanan saja. Salah satu kawasan candi di Jambi juga merupakan salah satu candi terbesar di Asia Tenggara. Tak heran, kawasan candi ini juga menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Candi Muaro Jambi terletak di dekat Sungai Batang Hari di Danau Lamo di Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Kawasan candi telah dipugar dan dilindungi oleh Balai Perlindungan Warisan Budaya Jambi (BPCB). Nah, untuk lebih mengenal candi bersejarah ini, yuk simak beberapa fakta menarik tentang Candi Muaro Jambi.

Umur candi lebih tua dari Borobudur

Meskipun pengakuan UNESCO atas Candi Muaro Jambi sebagai Situs Warisan Dunia relatif baru, usianya lebih tua dari Candi Borobudur. Candi Borobodur dikandung pada abad ke-8 hingga ke-9, sedangkan Candi Muaro Jambi diyakini telah terbentuk sejak abad ke-7.

Monumen bersejarah ini mungkin tidak sepopuler candi lain di Jawa, namun candi Muaro Jambi dipercaya sebagai salah satu pusat perkembangan agama Budha. Pada jaman kejayaan Kerajaan Sriwijaya, Candi Muaro diJambi dianggap sebagai aset berharga dalam bidang ilmu pengetahuan, budaya, pariwisata, religi, kemasyarakatan & ekonomi.

Luas candi 8 kali luas Borobudur

Kompleks Candi Muaro Jambi memiliki luas 12 kilometer persegi, delapan kali luas Candi Borobudur. Candi Muaro di Jambi membentang sekitar 7,5 km ke barat di kedua tepi Sungai Batangas. Nah, di lokasi kompleks ini, Anda juga bisa menemukan beberapa peninggalan candi

Sobat bisa menemukan beberapa candi di kawasan candi Muaro Jambi sekaligus yaitu Candi Vando Astano, Candi Gedong 1, Candi Gedong 2, Candi Gumpung, Candi Tinggi, Candi Kembar Batu dan Candi Talaga Rajo.

Mirip dengan salah satu gedung universitas di India

Nah, konon Candi Muaro Jambi pernah menjadi salah satu pusat pendidikan peninggalan Kerajaan Sriwijaya di universitas tersebut. Arkeolog Agus Widiatmoko dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebut hal itu karena kemiripan bangunan candi dengan salah satu perguruan tinggi di India, yakni Universitas Naranda.

Ketika Dharma India dirusak oleh invasi, Universitas Naranda dianggap telah pindah ke Sumatera. Saat ini bangunan universitas yang digunakan untuk belajar dianggap berupa Candi Muaro Jambi yang bersejarah dan memiliki areal candi yang luas.

Sebuah kuil dengan lebih dari 80 situs kuil

Peninggalan sejarah Candi Muaro Jambi dapat dilihat dari 82 reruntuhan arsitektur kuno di permukiman candi. Sejauh ini, Balai Perlindungan Warisan Budaya Jambi (BPCB) telah melakukan pemugaran secara mendalam terhadap delapan bangunan candi.

9. Air terjun Telun Berasap

Air terjun Telun Berasap diselimuti pepohonan lebat, gemuruh airnya menghantam bebatuan yang terjal, di depan Anda terdengar suara-suara dari kejauhan. Air terjun mengalir di atas tebing curam dan tingginya sekitar 50 meter. Air mengalir melalui susunan batuan, dimana sumber sungai mengalir di hulu Danau Gunung Tujuh. Menurut warga sekitar, nama Telun Berasap diambil dari jatuhan air setinggi 50 meter yang membentuk kabut air di sekitarnya. Proses inilah yang menjadi ciri khas Air Terjun Telun Berasap. Saat sinar matahari menyinari uap air, tetesan air tersebut melayang di udara seperti kabut dan menghasilkan cahaya warna-warni seperti pelangi.

Transportasi

dari Kota Jambi ke Kota Sungai Pinang memakan waktu sekitar 10 jam, dengan jarak tempuh sekitar 500 kilometer. Anda bisa menggunakan angkutan umum (minibus), menyewa mobil atau mobil pribadi untuk bepergian. Atau, Anda bisa pergi ke Papan lalu menuju ke Sungai Penuh, mulai dari Kota Padang. Total jarak tempuh dari Kota Padang ke Kota Sungai Kok sekitar 287 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 7 jam. Transportasi yang bisa Anda gunakan adalah angkutan umum (minibus), mobil sewaan atau mobil pribadi. Jarak antara Sungai Penuh dan desa Telun Berasap kurang lebih 60 kilometer. Perjalanan menuju desa Telun Berasap bisa menggunakan kendaraan roda empat. Setelah sampai di lokasi ini, jalan kaki sejauh 300 meter untuk mencapai pintu masuk kawasan wisata Air Terjun Telun Berasap.

10 Tempat Wisata di Palembang Yang Menarik Dikunjungi

www.manufacturingtalk.com10 Tempat Wisata di Palembang Yang Menarik Dikunjungi. Palembang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia dan merupakan kawasan cagar budaya Kerajaan Sriwijaya dengan jutaan cagar budaya. Palembang tidak hanya terkenal dengan makanan khasnya, tetapi juga memiliki potensi tempat wisata yang sangat menarik.

Fakta membuktikan, Palembang berhasil terpilih pada 2018 menjadi tuan rumah Asian Games 2018 bersama Jakarta.

Nah, jika kamu berencana ke Palembang untuk berlibur, Saya akan merekomendasikan 10 destinasi atau tempat wisata di Palembang yang menarik ini, dan wajib masuk ke dalam wish list kamu!

1. Jembatan Ampera

Palembang identik dengan Jembatan Amperea yang terkenal dengan masakan khas empek-empeknya. Masyarakat Palembang sepakat bahwa jembatan yang menghubungkan kawasan di seberang Yrill dengan sisi lain di hulu merupakan simbol kota yang merupakan kebanggaan masyarakat Palembang. Tak heran, berbagai acara hiburan yang digelar di Palembang kerap digelar di dekat Jembatan Ampere.

Jembatan Ampere memiliki panjang lebih dari 1.000 meter, lebar 22 meter (4 jalur), dan tinggi 63 meter. Saat itu, Jembatan Ampere tercatat sebagai jembatan terpanjang di Asia Tenggara. Sejak penjajahan Belanda tahun 1906, gagasan membangun Jembatan Ampera sebenarnya sudah ada.Tujuan utamanya adalah menghubungkan dua wilayah yang dipisahkan Sungai Kayu Raksasa dan Sungai Musi, yaitu melintasi Sungai Ilir dan Sungai Musi. seberang hulu. Namun, ide ini baru terwujud pada tahun 1957.

Pada awal pembangunannya, Jembatan Ampere didesain dengan hati-hati untuk mengangkat bagian tengah jembatan agar kapal-kapal besar dapat melintasi Sungai Musi tanpa terjatuh ke badan jembatan. Pengangkatan badan jembatan dilakukan secara mekanis yaitu dengan menggunakan dua buah alat suspensi pemberat yang masing-masing berbobot sekitar 500 ton dan terdapat pendulum di kedua menara. Kecepatan pembukaan jembatan sekitar 10 meter per menit, dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk membuka jembatan sepenuhnya.

Kini, Jembatan Ampera tidak lagi dibuka, kecuali dilintasi kapal-kapal besar, membuka jembatan terlalu lama akan mengganggu arus lalu lintas di atasnya. Jika fungsi jembatan terbuka tidak lagi digunakan, maka 500 ton pendulum di kedua tiang akan diturunkan untuk alasan keamanan.

Selain berperan sentral dalam menghubungkan dua kawasan yang dipisahkan oleh Sungai Musi, Jembatan Ampera juga memiliki sejarah yang panjang. Pada awal berdirinya, mengingat jembatan ini membentang di dua wilayah yang dipisahkan oleh Sungai Musi, maka Jembatan Ampere dinamakan Jembatan Musi. Kemudian, namanya juga diubah menjadi Jembatan Bung Karno untuk memberikan penghormatan kepada Soekarno (yang berperan besar dalam pembangunan jembatan tersebut).

Isu politik di Tanah Air kemudian mengubah nama Jembatan Boncano menjadi Jembatan Ampera. Ampera (Ampera) adalah singkatan dari “orang-orang yang tertata.” Ampala adalah slogan yang sering digunakan oleh Soekarno, mengapresiasi usahanya dalam memimpin negara untuk mencapai kemakmuran dan kemakmuran bersama.

Sebagai landmark Kota Palembang, Jembatan Ampera terus direnovasi dan direnovasi. Jembatan Ampera pada malam hari didekorasi dengan lampu-lampu sehingga terlihat indah dan eksotis. Banyak orang yang berpendapat bahwa menyaksikan Jembatan Ampere pada malam hari seperti menyaksikan suasana eksotis Venesia di Italia. Dari atas Jembatan Ampera, Anda akan melihat benteng Kuto Besak yang masih berdiri. Pada saat yang sama, Plasa Benteng Kuto Besak memiliki pasar malam pasar malam yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Tak heran jika banyak orang mengira jika tidak melihat keindahan Jembatan Ampere di malam hari, maka perjalanan ke Palembang belum lengkap.

Baca Juga: 25 Wisata Outdoor di Tangerang yang Wajib Dikunjungi

2. Masjid Cheng Ho Palembang

Pergi ke selatan dari pusat Kota Palembang, tepatnya di kawasan pemukiman Amin Mulia di Jakabaring, di mana terdapat masjid berwarna terang dengan ciri khas arsitektur Tionghoa yang kaya. Masjid ini dibangun atas prakarsa Paguyuban Islam Palembang Cina-Indonesia (PITI), dengan nama lengkap Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho.

Saat Masjid Cheng Ho Palembang dibangun, latar belakangnya adalah untuk menjaga hubungan baik antara masyarakat Tionghoa dan Palembang, dan juga sebagai tempat untuk memperdalam ajaran Islam dan mengenalkannya kepada masyarakat luas.

Penggunaan nama Cheng Hao bukan tanpa alasan, sejak abad ke-15, Cheng Hao disebut sebagai Panglima Angkatan Laut Tiongkok. Diyakini bahwa Zheng He menggunakan armada besar untuk memimpin seluruh nusantara dalam ekspedisi perdagangan. Meskipun rencana perjalanan awal Cheng Hao adalah ekspedisi perdagangan, dia secara tidak langsung membantu memperkenalkan Islam ke daerah-daerah yang dia kunjungi. Karena perilakunya yang baik dan damai, Zheng He memiliki banyak pengikut.

Masjid Chenghao Palembang berukuran sekitar 20×20 meter, dibangun di atas lahan seluas sekitar 4.990 meter persegi. Tanah ini diberikan oleh Syahrial Oesman, Gubernur Sumatera Selatan waktu itu. Dalam proses pembuatannya, Masjid Zheng He dilengkapi dengan dua menara yang masing-masing diberi nama Habluminallah dan Hambluminannas. Sedangkan di bagian bawah menara terdapat bak cuci piring dengan ukuran 4×4 meter.

Dua menara Masjid Zheng He di Palembang ini memiliki 5 tingkat, melambangkan jumlah salat yang dilakukan 5 kali sehari. Menara ini memiliki tinggi 17 meter, dan angka ini melambangkan jumlah siklus yang harus dilakukan setiap Muslim setiap hari. Sementara itu, di bagian luar menara, terdapat dekorasi khas Palembang yang dihiasi tanduk kambing. Penggunaan ornamen-ornamen unik tersebut bukannya tidak beralasan.Selain Masjid Zheng He dibangun di atas tanah Palembang, masyarakat juga menyadari eratnya hubungan antara budaya Palembang dan budaya Tionghoa.

Secara mendalam, pengunjung akan menemukan dominan merah-warna yang sama dengan budaya Tionghoa. Arsitektur Tionghoa juga terlihat dari pintu gerbang masjid. Pancang kayu dan dekorasi pada pagar pembatas atas mempercantik tampilan masjid yang penuh warna Tionghoa ini. Secara total, masjid ini mampu menampung sekitar 500 jamaah.

Masjid Chenghao di Palembang ada tidak hanya untuk memuja Chenghao sebagai tokoh muslim Tionghoa. Tidak hanya itu, nama Zheng He berharap dapat membuat kita menyadari pentingnya meniru apa yang dia lakukan, yaitu menyebarkan perdamaian kepada siapa pun yang dia temui.

3. Pulau Kemaro

Pulau Kaimaru adalah sebuah delta kecil di Sungai Musi, sekitar 6 kilometer dari Jembatan Ampere. Pulau Kemaro terletak di kawasan industri, antara Pabrik Pupuk Sriwijaya dan Pertamina Plaju dan Sungai Gerong. Pulau Kemaro (Pulau Kemaro) terletak di sebelah timur pusat Kota Palembang (Kota Palembang).

Pulau Kaimaro memiliki luas ± 79 hektar dan memiliki ketinggian 5 m. Selain pemandangan alamnya yang indah, Pulau Kaimaro memang identik dengan kota-kota Tionghoa dan masyarakat Tionghoa, serta adat istiadat Tionghoa. Orang-orang Palembang. Tempat wisata sejarah di Pulau Kaimaro tampil dalam bentuk peninggalan sejarah (pagoda 9 lantai, makam putri Sriwijaya, Kuil Hejing Rio, kuil Budha, pentas seni dan upacara keagamaan, khususnya Buddhisme Tritunggal). Karena kisah Kerajaan Sriwijaya dan putri Raja Kerajaan Sriwijaya dan putra Raja Kerajaan Cina terkait erat, sejarah Kimaro telah ada, dan legenda bernama Kimaro telah muncul di sang legenda. Pulau. pulau. Artinya Pulau Kemaro adalah pulau yang kering (pulau yang tidak akan pernah tenggelam saat Sungai Musi sedang pasang).

Sejarah Pulau Kemarau (Kembara), Pulau Kemarau merupakan salah satu delta Sungai Musi dan telah dijadikan pos jaga sejak jaman Sriwijaya.Bahkan Panglima Cheng Ho pernah menetap di Pulau Kemarau untuk membasmi bajak laut dari Tiongkok. Zaman Kerajaan Palembang menjadi salah satu benteng yang berfungsi sebagai pintu gerbang sungai sebelum memasuki Istana Kota Palembang (tengah). Nama benteng tersebut adalah Benteng Tambak Bayo, jika kapal hanya masuk ke pusat kota maka harus melewati dan mendapat ijin dari pos terdepan benteng. 

4. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB) menyimpan cerita tentang sejarah Palembang. Koleksi museum tersebut antara lain lukisan bergambar perang Palembang, senjata perang tradisional seperti pedang / pedang, prasasti Kedukan Bukit, porselen antik, pakaian adat & kain songket.

Museum SMB terbagi menjadi dua lantai, ada juga pusat penjualan suvenir di dekat loket penjualan tiket di lantai dua. Bagi yang baru pertama kali mengunjungi tempat ini, pemandu museum akan mengenalkan Anda pada sejarah setiap koleksi yang ada di Museum SMB.

 Museum buka setiap hari, tapi hanya setengah hari di hari Senin. Harga tiketnya Rp 1.000 untuk anak-anak dan pelajar, Rp 2.000 untuk pelajar, Rp 5.000 untuk umum, dan Rp 20.000 untuk turis asing.

lokasi:

Museum ini terletak didaerah benteng Kuto Besak, persis di belakangnya Monumen Perjuangan Rakyat. Lokasinya berjarak sekitar 3 km.

5. Sekanak Sidewalk

Tepi Sungai Sekanak saat ini menjadi salah satu tujuan wisata terbaru Palembang.Pasar yang sudah ada sejak zaman Belanada ini memang menjadi salah satu pasar tradisional, menjadi pusat lalu lintas kapal dan kapal, serta beberapa bangunan juga telah dibangun pada tahun 1900-an, bahkan mungkin lebih tua.

Sebagai kota kuno dengan banyak tempat wisata, Palembang terus menggali potensi objek wisata yang dapat dimanfaatkan.Salah satunya adalah memanfaatkan Sungai Musi untuk memoles tepian Sungai Sekanak dengan cat warna-warni sehingga menjadi tujuan populer para wisatawan. .

Konsep tepian sungai full colour merupakan salah satu tempat paling populer di Palembang yang memiliki banyak bangunan tua yang masih kokoh (suasana kota tua).

Bagi teman-teman yang menyukai Heritage Walk, Sekanak adalah destinasi yang tepat. Sebab terdapat beberapa bangunan tua bersejarah dan trotoar Sekanak. Usai merevitalisasi anak sungai Sekanak, destinasi trotoar Sekanak akhirnya dibuka pada tahun 2018 lalu, yang merupakan bagian dari menyambut Asian Games 2018 agar pengunjung dapat menikmati tepian sungai Musi dengan tampilan yang sedikit berbeda.

6. Alquran Al Akbar

Al Quran Al-Akbar atau di kota Palembang biasa juga disebut Al Quran Raksasa yang terletak di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah Gandus Palembang. Ada sekitar 30 ayat Alquran yang diukir / diukir pada papan kayu gaya Palembang, Harganya sekitar 40 meter kubik kayu Tembesu, biayanya tidak kurang dari Rp 2 Milyar, dan nomor halaman tiap halaman adalah 177 x 140 x 2.5 Cm,   tebal total termasuk covernya mencapai 9 meter.

630 halaman “Al-Quran” juga dilengkapi dengan nyanyian Kataman dan doa untuk pemula. Setiap kertas diukir dengan ayat Alquran, warna background kayu coklat dengan huruf arab berwarna kuning, dan terdapat motif bunga yang terukir di tepi ornamen khas Palembang, terlihat sangat indah dan mudah dibaca. Proses pembuatannya sendiri membutuhkan waktu yang relatif lama, sekitar tujuh tahun.

Al Quran  raksasa ini adalah “Quran” terbesar dan 30 ons pertama di dunia, yang terbuat dari kayu tipe Tempesu di media. Sebelum resmi terbit, “Alquran” terbesar sengaja dipajang di showroom Masjid Palembang Palembang, berdurasi tiga tahun dan mendapat koreksi semua orang.

Baca Juga: Inilah! 10 Destinasi Tempat Bebatuan Paling Bersejarah di Dunia

7. Air Terjun Maung

Lahat merupakan salah satu daerah di Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki potensi pariwisatanya yang luar biasa. Salah satunya Air Terjun Maung yang berganti nama menjadi Curup Maung yang terletak di Desa Rinduhati, Kabupaten Lahat Kecamatan Gumay Ulu, Provinsi Sumatera Selatan, berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota Lahat dan 220 kilometer dari Palembang, Palembang. Air terjun ini menjadi pilihan liburan yang menyenangkan.

Pemandangan yang masih sangat hijau dan alami menjadi alasan para wisatawan berkunjung ke tempat ini. Ketinggian air terjun ini sekitar 80 meter dan lebarnya hampir sama dengan tingginya. Aliran Curup Maung sepanjang 80 meter dipisahkan oleh jurang dan rerumputan hijau, sehingga terlihat sangat indah dan berbeda dari kebanyakan air terjun. Anda bisa duduk santai di atas bebatuan besar di tepi sungai sambil menikmati hijaunya pepohonan di sekitar air terjun.

Selain itu, pemandangan indah lainnya bisa kamu lihat dari penampakan dua air terjun di sebelah kanan Air Terjun Maung. Bagian bawah air terjun sering dijadikan tempat para wisatawan untuk mandi atau berenang. Tempat pemandiannya luas, mengalir ke Sungai Le Madang yang terlihat sangat jernih dan menyegarkan. Perjalanan ini cukup murah, Anda hanya perlu membayar Rp. 5.000 tempat parkir. Bersamaan dengan itu, masuk gratis ke kawasan Curup Maung.

Perjalanan yang harus ditempuh untuk mencapai Curup Maung sangatlah sulit. Dibutuhkan waktu 45 hingga 70 menit untuk mencapai lokasi Curup Maung dengan menggunakan sepeda motor atau mobil dari pusat kota. Sesampainya di Desa Padang Muaro Duo di Kecamatan Gumay Ulu, Anda wajib memarkir kendaraan di tempat parkir yang disediakan warga sekitar. Dari sini, Anda harus menyusuri jalan setapak atau berjalan kaki sekitar satu jam, kemudian melewati hutan untuk mencapai perkebunan kopi milik warga sekitar di medan menurun dengan kemiringan 30-45 derajat untuk melanjutkan perjalanan.

8. Punti Kayu

Jika ingin berwisata terdekat, Anda bisa menemukan Taman Wisata Punti kayu di pusat Kota Palembang. Di mana-mana terdapat pepohonan lebat, dan suasana hutan kota ini bisa menyegarkan pikiran Anda. Luas hutan sekitar 50 hektar.

Di sini Anda dapat mengunjungi kebun binatang, peternakan buaya, kolam renang, area piknik, taman, wisata perahu, atraksi gajah, dan area menunggang kuda. Paket lengkap bukan?

9. Benteng Kuto Besak

Kuto Besak merupakan bangunan istana yang menjadi pusat Kesultanan Palembang pada abad ke-18. Ide pembangunan Benteng Kuto Besak diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I (Sultan Mahmud Badaruddin I) pada tahun 1724-1758, dan penggantinya Sultan Muhammad Bahauddin (Sultan Muhammad Bahauddin) pada tahun 1776 – Memerintah pembangunan tersebut pada tahun 1803. Sultan Mahmud Bahauddin (Sultan Mahmud Bahauddin) adalah kesultanan Realistis Negara Palem Darussalam dalam perdagangan internasional dan pemuka agama yang menjadikan Negara Palem sebagai pusat sastra religi di nusantara. Sebagai sultan, dia pindah dari Istana Cotto Lamo ke Cotto Bisac. Orang Belanda menyebut Kuto Besak (Kuto Besak) sebagai istana baru, juga dikenal sebagai istana baru.

10. Tugu Belido

Monumen berbentuk Ikan Belido ini diresmikan pada 11 Februari 2018 oleh Harnojoyo, Wali Kota Palembang, Presiden Direktur PT Bukit Assam, Arviyan Arifin.

Monumen Ikan Belido memiliki warna silver tua, yang suatu saat akan menghancurkan air yang mengalir ke Sungai Musi, seperti patung singa kebanggaan Singapura.

Ikon baru Kota Palembang, Tugu Ikan Belidor.

Lambang Baru Kota Palembang, Tugu Ikan Belido.

Monumen Ikan Belidor ini terletak di kawasan benteng Kuto Besak di Palembang, tepatnya di Kecamatan Yili 19 Bukit Kecil di Palembang.

Bahkan Monumen Ikan Belido yang tergolong baru dapat menarik jutaan wisatawan untuk berkunjung dan mengabadikan momen indah dari Monumen Ikan Belido.

Sejarah monumen ikan Belido, Tugu Ikan Belidor dibangun sesuai dengan rencana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam. Biaya produksi gedungnya sendiri kurang lebih Rp 3,4 miliar. Dibangunnya tugu ini juga merupakan bentuk terima kasih dari Pemerintah Kota Palembang,  dengan adanya sebuah habitat ikan Belido yang dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Palembang.

Ikan pelido merupakan bahan utama dalam pempek, kemplan dan biskuit khas Palembang.

Namun karena kelangkaan buah pinang, pengusaha kuliner Palembang beralih ke jenis ikan lainnya, seperti makarel dan cumi. Ikan belido sangat bermanfaat untuk perkembangan bisnis makanan khas Palembang yang sangat besar. Untuk tujuan ini, abadi dalam bentuk monumen.

Pembangunan Monumen Ikan Belido dimulai pada November 2016 dan selesai pada September 2017.

Monumen Ikan Belido di Bukit Asam memiliki tinggi 9 meter dan panjang patung ikan 12 meter.

Monumen Ikan Belido terbuat dari tembaga setebal 1,2 mm dan dicat perak, serta memiliki berat 3 ton.

Monumen Ikan Belido menghadap ke Sungai Musi, dan air mancur dapat dikeluarkan dari mulutnya.

Balido adalah ikan khas Sungai Musi, hampir punah.

Dengan adanya Tugu Ikan Belidor, Pemerintah Kota Palembang berharap dapat meningkatkan semangat warga Palemang untuk menjaga habitat ikan pinang.

Ikon baru Kota Palembang, Tugu Ikan Belidor

Lambang Baru Kota Palembang, Tugu Ikan Belidor (SRIPOKU.COM/NISYAH)

Menurut Dinas Pertanian Palembang, flounder ini masih bisa dinaikkan.

Namun, mereka dibatasi oleh jenis makanan dan ketersediaan air bersih. Ikan belido yang hidup di Sungai Musi biasanya memakan ikan-ikan kecil. Ikan sungai ini hanya bisa hidup di air bersih, tidak ada limbah tercampur, baik limbah industri maupun limbah rumah tangga.

Dibandingkan dengan ikan yang hidup di Sungai Musi, ikan Belida termasuk yang paling sulit berkembang biak. Ikan belida bertelur dalam jumlah kecil, sehingga saat ini sangat langka.

Ditambah dengan meningkatnya permintaan ikan ini ternyata belum cukup untuk memenuhi permintaan pasar.

Inilah! 10 Destinasi Tempat Bebatuan Paling Bersejarah di Dunia

www.manufacturingtalk.com – Inilah! 10 Destinasi Tempat Bebatuan Paling Bersejarah di Dunia. Dapatkah Anda membayangkan bagaimana orang-orang kuno yang tidak terbiasa dengan teknologi dapat membuat mahakarya dengan arsitektur berukuran super dan artistik? Karya luar biasa yang mirip dengan bebatuan di masa lalu ini telah menjadi warisan sejarah yang sangat berharga di seluruh dunia.

Mengunjungi tempat wisata yang sudah menjadi situs sejarah bisa membuat liburan Anda penuh dengan pengalaman berbeda. Setiap tahun, ribuan orang berduyun-duyun dari satu tempat ke tempat lain di belahan dunia untuk melihat dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana sejarahnya peradaban waktu dimulai.

1. Stonehenge

Stonehenge ialah monumen prasejarah yang berada Wiltshire, Inggris, dua mil (tiga km) barat Amesbury. Ini terdiri dari cincin batu berdiri, masing-masing tingginya sekitar 13 kaki (4,0 m), lebar tujuh kaki (2,1 m), dan berat sekitar 25 ton. Batu-batu itu terletak di dalam pekerjaan tanah di tengah kompleks paling padat dari monumen Neolitik dan Zaman Perunggu di Inggris, termasuk beberapa ratus tumuli (gundukan pemakaman). 

Arkeologi yakin bahwa bangunan ini dibangun dari 3000 SM hingga 2000 SM. Tepian & parit tanah melingkar terletak sekitarnya, yang merupakan fase paling awal dari monumen, telah bertanggal sekitar 3100 SM. Penanggalan radio karbon melihatkan jika bluestones pertama muncul di 2400 & 2200 SM, meskipun mereka mungkin telah berada disitus itu semenjak 3000 SM. 

Merupakan Landmark paling terkenal diBritania Raya, Stonehenge diklaim sebagai sebuah ikon budaya Inggris. Ini membuat Monumen Kuno yang dilindungi secara hukum sejak tahun 1882, disaat undang-undang melindungi monumen bersejarah pada pertama kali yang berhasil diperkenalkan di negara Inggris. Stonehenge dikelola oleh Warisan Inggris; tanah di sekitarnya dimiliki oleh National Trust. 

Stonehenge bisa menjadi kuburan sejak awal mula. Deposit yang mengandung tulang manusia berasal dari 3000 SM, ketika parit dan tepian pertama kali digali, dan berlanjut setidaknya selama 500 tahun.

Etimologi

Oxford English Dictionary mengutip glosarium abad kesepuluh Ælfric, di mana henge-cliff diberi arti “jurang”, atau batu; jadi, stanenges atau Stanheng “tidak jauh dari Salisbury” yang dicatat oleh penulis abad kesebelas adalah “batu yang ditopang di udara”. Pada 1740 William Stukeley mencatat, “Batuan pendulous sekarang disebut henges di Yorkshire … Saya tidak yakin tidak, Stonehenge di Saxon menandakan batu gantung.”  Stonehenge Complete karya Christopher Chippindale memberikan turunan dari nama Stonehenge yang berasal dari yang Lama Kata bahasa Inggris stān berarti “batu”, dan hencg berarti “engsel” (karena lintel batu bergantung pada batu tegak) atau hen (c) en yang berarti “menggantung” atau “tiang gantungan” atau “alat penyiksaan” (meskipun di tempat lain) dalam bukunya, Chippindale mengutip etimologi “batu gantung”). 

Bagian “henge” telah memberikan namanya ke kelas monumen yang dikenal sebagai henges. Arkeolog mendefinisikan henges sebagai pekerjaan tanah yang terdiri dari selungkup melingkar berlantai dengan selokan internal. Seperti yang sering terjadi dalam terminologi arkeologi, ini adalah sisa dari penggunaan barang antik.

Meskipun kontemporer dengan henges Neolitik sejati dan lingkaran batu, Stonehenge dalam banyak hal atipikal — misalnya, dengan tinggi lebih dari 7,3 m, ambang trilitonnya yang masih ada, ditahan di tempat dengan sambungan tanggam dan duri, menjadikannya unik . 

2. Machu Picchu 

Machu Picchu adalah benteng Inca abad ke-15, terletak di Cordillera Timur di selatan Peru, di punggung gunung setinggi 2.430 meter (7.970 kaki). Terletak di Distrik Machupicchu di Provinsi Urubamba di atas Lembah Suci, yang berjarak 80 kilometer (50 mil) barat laut Cuzco. Sungai Urubamba mengalir melewatinya, membelah Cordillera dan menciptakan ngarai dengan iklim pegunungan tropis. 

Untuk sebagian besar penutur bahasa Inggris atau Spanyol, huruf ‘c’ pertama di Picchu tidak bersuara. Dalam bahasa Inggris, nama diucapkan / ˌmɑːtʃuː piːtʃuː / atau / ˌmɑːtʃuː piːktʃuː /, dalam bahasa Spanyol sebagai [ˈmatʃu ˈpitʃu] atau [ˈmatʃu ˈpiktʃu], dan di Quechua (Machu Pikchu) sebagai [ˈmatʃʊ ˈpɪktʃʊ].

Kebanyakan arkeolog percaya bahwa Machu Picchu dibangun sebagai perkebunan untuk kaisar Inca Pachacuti (1438–1472). Sering keliru disebut sebagai “Kota Inca yang Hilang”, ini adalah ikon peradaban Inca yang paling dikenal. Suku Inca membangun perkebunan sekitar 1450 tetapi meninggalkannya seabad kemudian pada saat penaklukan Spanyol. Meskipun dikenal secara lokal, itu tidak diketahui oleh Spanyol selama periode kolonial dan tetap tidak diketahui oleh dunia luar sampai sejarawan Amerika Hiram Bingham membawanya ke perhatian internasional pada tahun 1911.

Machu Picchu dibangun dengan gaya Inca klasik, dengan dinding batu kering yang dipoles. Tiga struktur pokoknya ialah Intihuatana, Kuil Matahari, dan Ruang Tiga Jendela. Sebagian besar bangunan terpencil telah direkonstruksi untuk memberikan gambaran yang lebih baik kepada wisatawan tentang bagaimana awalnya mereka muncul. Pada tahun 1976, 30% dari Machu Picchu telah dipulihkan dan restorasi berlanjut. 

Machu Picchu dinyatakan sebagai Suaka Bersejarah Peru pada tahun 1981 dan Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1983. Pada tahun 2007, Machu Picchu terpilih sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Baru dalam jajak pendapat internet di seluruh dunia. 

3. Piramida Giza

Piramida Giza dikenal sebagai suatu Piramida Khufu atau Piramida Cheops ialah yang tertua & terbesar dari 3 piramida di kompleks piramida Giza yang berbatasan dengan Giza saat ini di Kairo Besar, Mesir. Ini adalah yang tertua dari 7 Keajaiban dalam Dunia Kuno, dan satu-satunya yang sebagian besar tetap utuh.

Ahli Mesir percaya bahwa piramida dibangun sebagai makam untuk Firaun Mesir Khufu Dinasti Keempat selama periode 20 tahun yang berakhir sekitar 2560 SM. Awalnya berdiri di 146,5 m (481 kaki), Piramida Besar merupakan struktur bangunan buatan manusia tertinggi didunia selama lebih  3.800 tahun. Beratnya diperkirakan sekitar 6 juta ton, dan terdiri dari 2,3 juta blok batu kapur dan granit, beberapa di antaranya beratnya mencapai 80 ton. Awalnya ditutupi oleh batu selubung kapur yang membentuk permukaan luar yang halus; apa yang terlihat saat ini adalah struktur inti yang mendasarinya, meskipun beberapa batu selubung masih dapat dilihat di dasarnya. Itu dibangun dengan mengekstraksi batu-batu besar dari tambang dan mengangkatnya ke tempatnya, tetapi ada berbagai teori ilmiah dan alternatif tentang teknik konstruksi yang tepat.

Ada 3 ruangan yang diketahui di dalam Piramida Besar. Ruang terendah dipotong menjadi sebuah batuan dasar ditempat piramida dibangun dan belum selesai. Yang disebut Kamar Ratu dan Kamar Raja berada lebih tinggi di dalam struktur piramida. Bagian utama dari kompleks Giza adalah satu set bangunan yang mencakup dua kuil kamar mayat sebagai rasa menghormati Khufu (1 dekat dengan piramida dan satu di dekat Sungai Nil), 3 piramida yang lebih kecil bagi istri Khufu, piramida “satelit” yang lebih kecil, sebuah jalan lintas yang ditinggikan yang menghubungkan dua kuil, dan makam mastaba kecil untuk para bangsawan yang mengelilingi piramida.

Baca Juga:

10 Gunung Tertinggi di Indonesia, Salah Satunya Gunung Semeru

4. Pulau Paskah

Pulau Paskah ialah sebuah pulau di Chili, terletak di selatan Samudra Pasifik. Meskipun terletak 3.515 kilometer di sebelah barat daratan Chili, secara administratif termasuk dalam provinsi Valparaíso. Bentuk Pulau Paskah seperti segitiga. Tanah berpenghuni terdekat adalah Pulau Pitcairn, yang terletak 2.075 kilometer barat. Pulau Paskah (Pulau Paskah) berukuran 163.6km². Menurut sensus 2002, jumlah penduduk 3.791 jiwa yang sebagian besar tinggal di ibu kota Hanga Roa. Pulau ini terkenal dengan banyak patung (moai). Patung berusia 400 tahun itu sekarang dipahat dari batu, dan sekarang tergeletak di garis pantai.

Pulau ini juga masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Sejarah

Orang-orang yang awalnya menduduki Pulau Paskah adalah keturunan imigran Polinesia, dan mereka mungkin berasal dari Pulau Mangaleva atau sebelah barat Pitcairn. Sejarah pulau dapat ditautkan ke daftar rekonstruksi Raja Pulau Paskah, yang mencakup serangkaian peristiwa dan tanggal perkiraan yang berasal dari 400 tahun yang lalu. Penduduk Polinesia banyak membawa pisang, talas, ubi, dan tebu. , Kertas murbei dan ayam. Dulunya, pulau ini mendukung peradaban yang relatif maju dan kompleks. Navigator Belanda Jakob Roggeveen menemukan Pulau Paskah pada Hari Paskah tahun 1722. Rogovin memperkirakan 2.000-3.000 orang tinggal di pulau itu, tetapi ternyata populasi pulau itu mencapai 10.000-15.000 pada abad ke-16 dan ke-17. Sejak Belanda tiba 100 tahun yang lalu, peradaban Pulau Paskah telah menurun tajam, terutama karena kepadatan penduduk, penggundulan hutan dan penggunaan sumber daya alam yang terbatas di pulau yang sangat terisolasi ini. Namun, pada pertengahan abad ke-19, populasinya telah berkembang menjadi 4.000. Hanya 20 tahun kemudian, berbagai penyakit yang disebabkan oleh deportasi ke Peru dan Chili dan orang Barat hampir memusnahkan seluruh penduduk.Pada tahun 1877, hanya ada 111 penduduk di pulau itu. Pada tahun 1888, Chili dianeksasi oleh Policarpo Toro. Jumlah masyarakat adat di Rapa Nui perlahan meningkat dari titik terendah dalam sejarah 111.

5. Petra

Petra adalah kota bersejarah & arkeologi diYordania selatan. Petra terletak di sekitar Jabal Al-Madbah dalam sebuah cekungan yang dikelilingi oleh pegunungan yang membentuk sisi timur lembah Arabah yang membentang dari Laut Mati hingga Teluk Aqaba. Daerahnya berada di Petra telah ditempati sejak 7000 SM, & suku Nabataean mungkin sudah menetapi ditempat yang bakal menjadi ibu kota kerajaan bagi mereka, pada awal abad ke-4 SM. Namun, pekerjaan arkeologi hanya menemukan bukti keberadaan Nabataean sejak abad kedua SM, saat Petra menjadi ibu kota mereka. Suku Nabataean merupakan orang Arab nomaden yang telah berinvestasi di Petra yang dekat dengan sebuah rute perdagangan dan menjadikannya sebagai pusat perdagangan regional utama. 

Bisnis perdagangan menghasilkan pendapatan yang cukup besar bagi suku Nabataean dan Petra menjadi fokus kekayaan mereka. Suku Nabataean terbiasa hidup di gurun tandus, tidak seperti musuh mereka, dan mampu menangkis serangan dengan memanfaatkan daerah pegunungan di daerah itu. Mereka sangat ahli dalam memanen air hujan, pertanian dan pahatan batu. Petra berkembang pada abad ke-1 M, ketika struktur Al-Khazneh yang terkenal – diyakini sebagai makam raja Nabataean Aretas IV – dibangun, dan populasinya mencapai puncaknya pada sekitar 20.000 jiwa. 

Rute akses

Dahulu kala, Petra mungkin telah didekati dari selatan melalui jalur yang mengarah ke seberang dataran Petra, sekitar Jabal Haroun (“Gunung Harun”), lokasi Makam Harun, dikatakan sebagai tempat pemakaman Harun, saudara dari Musa. Pendekatan lain mungkin dari dataran tinggi ke utara. Saat ini, sebagian besar pengunjung modern mendekati situs tersebut dari timur. Pintu masuk timur yang mengesankan mengarah ke bawah dengan curam melalui ngarai yang gelap dan sempit, di tempat-tempat yang hanya selebar 3–4 m (10–13 kaki), yang disebut Siq (“poros”), fitur geologi alami yang terbentuk dari celah yang dalam di batu pasir batu dan berfungsi sebagai saluran air yang mengalir ke Wadi Musa. 

Baca Juga:

Tips Menjaga Kesehatan Tubuh untuk Remaja Di Saat Pubertas!

6. Tembok Raksasa China

Sejarah Tembok Raksasa Tiongkok dimulai dengan benteng-benteng yang dibangun oleh berbagai suatu negara dalam Musim Semi & Musim Gugur serta Periode Negara-negara Berperang (771-476 SM). Periode Negara-negara Berperang (475-221 SM) dihubungkan oleh yang pertama. Kaisar Cina, Qin Shihuang, untuk melindungi Dinasti Qin. Huang didirikan, baru didirikan (221-206 SM) untuk menahan serangan dari suku nomaden di Asia Dalam. Dindingnya dibangun dari tanah yang dipadatkan, menggunakan sistem kerja paksa, dan diperpanjang dari Gansu ke pantai selatan Manchuria pada tahun 212 SM.

Dinasti kemudian mengadopsi kebijakan berbeda untuk melindungi perbatasan utara. Han (202 SM-220 M), Qi Utara (550-574), emas Jurchen (1115-1234), terutama Ming (1369-1644) adalah orang-orang yang membangun kembali, mengoperasikan kembali & memperluas tembok, Walaupun mereka jarang mengikuti garis Qin. Han memperluas benteng ke titik paling barat dan membangun tembok kota baru sekitar 1.600 km (0,994 mil), sementara Dinasti Sui memobilisasi lebih dari 1 juta orang untuk membangun tembok kota. Sebaliknya, Tang (618–907), Song (960–1279), Yuan (1271–1368), dan Qing (1644–1911) tidak membangun tembok batas secara luas, tetapi memilih solusi lain. Menanggapi ancaman dari negara-negara Asia bagian dalam seperti militer dan diplomasi.

7. Tikal

Tikal adalah reruntuhan kota kuno, yang kemungkinan besar disebut Yax Mutal, ditemukan di hutan hujan Guatemala. Ini adalah salah satu situs arkeologi dan pusat kota terbesar dari peradaban Maya pra-Columbus. Itu terletak di wilayah arkeologi Cekungan Petén di tempat yang sekarang Guatemala utara. Terletak di departemen El Petén, situs ini adalah bagian dari Taman Nasional Tikal Guatemala dan pada 1979 dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. 

Tikal adalah ibu kota negara penaklukan yang menjadi salah satu kerajaan paling kuat di zaman Maya kuno. Walaupun arsitektur monumental dalam situs ini sudah ada semenjak abad ke-4 SM, Tikal mencapai batas puncaknya selama waktu Periode Klasik, c. 200 hingga 900. Selama waktu ini, kota ini mendominasi sebagian besar wilayah Maya secara politik, ekonomi, dan militer, sambil berinteraksi dengan wilayah di seluruh Mesoamerika seperti kota besar Teotihuacan di Lembah Meksiko yang jauh. Ada bukti bahwa Tikal ditaklukkan oleh Teotihuacan pada abad ke-4 SM. Setelah akhir Zaman Klasik Akhir, tidak ada monumen besar baru yang dibangun di Tikal dan terdapat bukti bahwa istana elit dibakar. Peristiwa ini dibarengi dengan penurunan populasi secara bertahap, yang berpuncak dengan ditinggalkannya situs tersebut pada akhir abad ke-10.

Tikal adalah yang paling dipahami diantara kota-kota besar Maya yang ada di dataran rendah, dengan daftar panjang dalam penguasa dinasti, terdapata penemuan makam-makam banyak para penguasa dalam daftar ini dan penyelidikan atas monumen, kuil, dan istana mereka. 

8. Kukulkan

Kukulkan ialah nama dewa ular Mesoamerika. Sebelum Penaklukan Spanyol atas Yucatán, Kukulkan disembah oleh orang Maya Yucatec di Semenanjung Yucatán, di tempat yang sekarang disebut Meksiko. Penggambaran Ular Berbulu hadir di budaya lain Mesoamerika. Kukulkan terkait erat dengan dewa Qʼuqʼumatz dari orang Kʼicheʼ dan Quetzalcoatl dari mitologi Aztec. Sedikit yang diketahui tentang mitologi dewa era Pra-Columbus ini.

Meskipun sangat Meksiko, Kukulkan berasal dari Maya Zaman Klasik, ketika ia dikenal sebagai Waxaklahun Ubah Kan (/ waʃaklaˈχuːn uːˈɓaχ kän /), Ular Perang, dan dia telah diidentifikasi sebagai versi Pascaklasik dari Ular Visi Seni Maya klasik.

Kultus Kukulkan / Quetzalcoatl adalah agama Mesoamerika pertama yang melampaui perpecahan linguistik dan etnis Periode Klasik lama. Kultus ini memfasilitasi komunikasi dan perdagangan damai antara orang-orang dari berbagai latar belakang sosial dan etnis. Meskipun kultus ini awalnya berpusat di kota kuno Chichen Itza di negara bagian Yucatán, Meksiko modern, ia menyebar hingga Dataran Tinggi Guatemala. 

Di Yucatán, rujukan ke dewa Kukulkan dibingungkan oleh rujukan ke individu bernama yang menyandang nama dewa. Karena itu, perbedaan antara keduanya menjadi kabur. Orang ini tampaknya adalah seorang penguasa atau pendeta di Chichen Itza yang pertama kali muncul sekitar abad ke-10. Meskipun Kukulkan disebut-sebut sebagai tokoh sejarah oleh penulis Maya pada abad ke-16, teks awal abad ke-9 di Chichen Itza tidak pernah mengidentifikasinya sebagai representasi manusia dan artistik menggambarkannya sebagai Ular Visi yang terjalin di sekitar sosok bangsawan. Di Chichen Itza, Kukulkan juga digambarkan memimpin adegan pengorbanan. 

Kuil yang cukup besar untuk Kukulkan ditemukan di situs arkeologi di seluruh bagian utara Semenanjung Yucatán, seperti Chichen Itza, Uxmal dan Mayapan. 

9. Parthenon

Parthenon ialah bekas kuil di Akropolis Athena, Yunani, didedikasikan untuk dewi Athena, yang orang Athena diklaim sebagai pelindung mereka. Konstruksi dibangun pada 447 SM ketika Kekaisaran Athena berada di puncak kekuasaannya. Selesai pada 438 SM, meskipun dekorasi bangunan berlanjut hingga 432 SM. Ini adalah bangunan terpenting yang masih hidup dari Yunani Klasik, umumnya dianggap sebagai puncak ordo Doric. Patung dekoratifnya dianggap sebagai salah satu nilai tertinggi seni Yunani. Parthenon dibilang sebagai sebuah simbol abadi diperadaban Yunani kuno, demokrasi Athena, dan peradaban Barat, dan salah satu monumen budaya terbesar di dunia. Bagi orang Athena yang membangunnya, Parthenon, dan monumen Periclean lainnya di Akropolis, pada dasarnya dipandang sebagai perayaan kemenangan Yunani atas penjajah Persia dan sebagai ucapan syukur kepada para dewa atas kemenangan itu. 

10. Candi Borobudur

Borobudur adalah candi Budha yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak sekitar 100 kilometer barat daya Semarang, 86 kilometer barat Surakarta, dan 40 kilometer barat laut Yogyakarta. Kuil berbentuk pagoda ini didirikan oleh umat Buddha Mahayana pada masa pemerintahan dinasti Ceylon sekitar 800 Masehi. Borobudur adalah candi atau candi Buddha terbesar di dunia dan salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.