24/09/2021

Manufacturingtalk – informasi mengenai perusahaan manufaktur

Manufacturingtalk.com merupakan situs informasi mengenai perusahaan manufaktur yang ada ssat ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Mengenal Apa itu Manufaktur dan Karakteristik Kegiatan Perusahaan

4 min read

Mengenal Apa itu Manufaktur dan Karakteristik Kegiatan Perusahaan, Manufaktur mengacu pada produksi barang berskala besar yang mengubah bahan mentah, suku cadang, dan komponen menjadi barang jadi dengan menggunakan tenaga kerja manual dan / atau mesin. Barang jadi dapat dijual langsung ke konsumen, ke produsen lain untuk produksi produk yang lebih kompleks, atau ke pedagang grosir yang mendistribusikan barang ke pengecer.

Apa itu Bisnis Manufaktur ?

Bisnis manufaktur adalah bisnis yang menggunakan bahan mentah, suku cadang, dan komponen untuk merakit barang jadi. Bisnis manufaktur sering menggunakan mesin, robot, komputer, dan manusia untuk memproduksi barang dagangan dan biasanya menggunakan jalur perakitan, yang memungkinkan produk disatukan selangkah demi selangkah, berpindah dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja berikutnya.

Bisnis manufaktur dapat memilih untuk menjual produknya langsung ke konsumen, ke produsen lain, ke distributor, atau ke grosir.

Baca Juga : 3 Perusahaan Manufaktur Terbesar di Indonesia

Apa Perbedaan Antara Produsen dan Pedagang Besar ?

Produsen bertanggung jawab untuk merakit barang akhir, seperti laptop, lemari es atau jam tangan, atau memproduksi suku cadang dan komponen yang digunakan oleh produsen lain untuk menghasilkan produk yang lebih kompleks seperti mobil atau pesawat terbang. Pedagang grosir, di sisi lain, adalah perantara antara produsen dan pengecer (atau konsumen akhir). Perusahaan membeli produk dalam jumlah besar dari produsen dan menjualnya kembali dalam jumlah yang lebih kecil dengan harga yang lebih tinggi.

Jenis Produksi Manufaktur

manufacturingtalk – Ada tiga jenis utama produksi manufaktur: make-to-stock (MTS), make-to-order (MTO), dan make-to-assemble (MTA).

Make-to-Stock (MTS) adalah strategi manufaktur tradisional yang mengandalkan data penjualan masa lalu untuk memperkirakan permintaan konsumen dan merencanakan aktivitas produksi sebelumnya. Kelemahan dari strategi ini adalah bahwa ia menggunakan data masa lalu untuk memprediksi permintaan di masa depan, yang meningkatkan kemungkinan prakiraan meleset, meninggalkan pabrikan dengan stok terlalu banyak atau tidak cukup.

Make-to-Order (MTO) memungkinkan pelanggan untuk memesan produk yang disesuaikan dan diproduksi sesuai spesifikasi mereka. Proses pembuatan dimulai hanya setelah pesanan diterima, sehingga waktu tunggu pelanggan lebih lama, tetapi risiko persediaan yang berlebihan dipotong.

Make-to-Assemble (MTA) adalah strategi yang mengandalkan prakiraan permintaan untuk menyimpan komponen dasar suatu produk, tetapi mulai merakitnya setelah pesanan diterima. Ini adalah campuran dari pendekatan MTS dan MTO. Pelanggan dapat menyesuaikan produk dan menerimanya lebih cepat karena pabrikan telah menyiapkan komponen dasar, tetapi jika pesanan tidak masuk, pabrikan terjebak dengan stok suku cadang yang tidak diinginkan.

Ketiga jenis bisnis manufaktur memiliki risiko tertentu. Memproduksi terlalu banyak barang menyebabkan kerugian finansial karena uang terikat pada persediaan yang tidak diinginkan; memproduksi terlalu sedikit berarti tidak memenuhi permintaan, yang dapat menyebabkan pelanggan beralih ke persaingan dan menyebabkan penurunan penjualan bagi produsen.

Untuk mengurangi risiko, semua jenis bisnis manufaktur harus fokus pada menjaga biaya produksi tetap rendah, menjaga kontrol kualitas yang baik, dan berinvestasi dalam manajemen penjualan yang sangat baik.

Karakteristik Kegiatan Perusahaan Manufaktur

Perkembangan industri di Indonesia yang semakin pesat, saat ini banyak bermunculan industri untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Saat ini sudah banyak produk Indonesia yang dipercaya oleh masyarakat Indonesia dan terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Ada banyak industri di Indonesia seperti industri kreatif, industri tekstil, industri kecantikan atau kosmetik, dan industri manufaktur.

Industri manufaktur merupakan industri yang berfokus pada satu usaha untuk menghasilkan produk dari produk setengah jadi hingga produk jadi. Jika Anda ingin mengetahui ciri-ciri sebuah perusahaan manufaktur, Anda dapat mengecek informasi lengkapnya di bawah ini:

Pendapatan Berasal dari Penjualan

Ciri perusahaan manufaktur yang pertama adalah pendapatan yang diperoleh dari penjualan. Perusahaan menjual berbagai produk mulai dari produk setengah jadi hingga produk jadi seperti peralatan rumah tangga, makanan, dan minuman, hingga produk pembersih rumah tangga. Perusahaan manufaktur mendapatkan pendapatan utama dari hasil penjualan produknya.

Memiliki Persediaan Fisik

Ciri perusahaan manufaktur selanjutnya adalah memiliki persediaan fisik. Umumnya perusahaan manufaktur menjual produk fisik yang dapat dilihat dan disentuh. Jadi, Anda membutuhkan inventaris fisik. Persediaan pada perusahaan manufaktur dapat berupa barang jadi yang siap jual baik bahan baku maupun bahan setengah jadi.

Perusahaan manufaktur menerapkan sistem pencatatan dengan metode tertentu untuk menghitung pembelian dan penggunaan bahan baku karena persediaan produk tidak sedikit. Selain pengecekan pasokan dan penggunaan bahan baku, produk yang telah dihasilkan juga harus dicatat dan dicek.

Perusahaan harus memperhatikan pencatatan karena pendapatan perusahaan berasal dari hasil penjualan produk dan barang, sehingga jika terjadi kesalahan pencatatan produk atau ada barang yang hilang maka akan merugikan perusahaan.

Baca Juga : Chevron Corp Perusahaan Teknologi Yang Bergerak Dibidang Minyak

Aktivitas Manufaktur

Ciri perusahaan manufaktur selanjutnya adalah adanya aktivitas manufaktur. Selanjutnya kegiatan manufaktur yang biasanya dilakukan adalah mengolah bahan mentah atau produk mentah menjadi produk setengah jadi atau produk jadi yang siap dijual ke konsumen atau pelanggan. Jika tidak ada produksi di sebuah perusahaan manufaktur, maka mustahil sebuah perusahaan manufaktur bisa berjalan.

Biaya Produksi Meliputi Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja, dan Biaya Overhead

Ciri perusahaan manufaktur selanjutnya adalah biaya produksi yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik (BOP). Biaya bahan baku merupakan biaya penggunaan bahan baku sebagai bahan baku yang kemudian melalui tahapan proses produksi. Selanjutnya biaya tenaga kerja adalah biaya yang dikeluarkan untuk pekerjaan semua karyawan yang terlibat dalam proses produksi, baik karyawan operasional maupun karyawan manajerial.

Terakhir adalah biaya overhead pabrik (BOP) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk penggunaan bahan penolong atau biaya tidak langsung lainnya. Perusahaan tetap perlu membebankan BOP atau biaya overhead pabrik karena biaya tersebut mendukung proses produksi, meskipun biaya tersebut tidak terserap langsung pada produk. Contoh biaya overhead pabrik atau BOP adalah biaya perawatan mesin pabrik, biaya komunikasi, biaya listrik, dan biaya lainnya.

Nah, itulah empat ciri khas perusahaan manufaktur. Untuk menunjang kegiatan manufaktur sebaiknya perusahaan membangun gudang atau pabrik di kawasan industri yang strategis. Salah satu tempat yang strategis untuk membangun atau menjalankan perusahaan manufaktur adalah Kota Industri Baru Karawang.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.